Notification

×

Iklan

BPBD Padang Salurkan 9.000 Liter Air Bersih untuk Korban Banjir

Senin, 12 Oktober 2026 | 07:06 WIB Last Updated 2026-10-12T00:06:00Z

BPBD Padang menyalurkan air bersih kepada warga usai bencana banjir pada Minggu (11/10).

Padang, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat, mendistribusikan sebanyak 9.000 liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir pada Sabtu (10/10/2026).

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa bantuan tersebut disalurkan ke dua titik di Kecamatan Koto Tangah, yaitu Masjid Raya Ikur Koto dan kawasan Pasia Nan Tigo.

Hendri menjelaskan, total bantuan air bersih yang dikirimkan ke kedua lokasi tersebut mencapai 9.000 liter. Hal itu disampaikannya di Padang pada Minggu (11/10/2026).

Untuk mendistribusikan bantuan, BPBD Kota Padang mengerahkan mobil tangki air guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi setelah banjir melanda wilayah mereka.

Menurut Hendri, ketersediaan air bersih sangat penting bagi warga terdampak untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, serta menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Ia menambahkan, BPBD Kota Padang tetap membuka pelayanan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran lanjutan akan dilakukan apabila terdapat permintaan dari warga terdampak.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Padang pada Sabtu juga meninggalkan material lumpur dan endapan di lingkungan permukiman. Sejumlah rumah di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, dilaporkan mengalami kerusakan.

Meski demikian, Hendri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.

Ia menerangkan, tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama yang memicu banjir. Dampaknya semakin besar karena beberapa sungai di Kota Padang masih mengalami pendangkalan akibat penumpukan sedimentasi yang tersisa dari banjir besar pada tahun sebelumnya.

Hendri mengakui, upaya perbaikan dan pengerjaan sungai telah dilakukan oleh pemerintah. Namun, kondisi sejumlah aliran sungai tersebut belum sepenuhnya kembali normal.

Menurutnya, pendangkalan sungai masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mengurangi risiko banjir di Kota Padang.

Di tengah penanganan dampak bencana, BPBD Kota Padang terus berupaya membantu masyarakat terdampak, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan air bersih dan dukungan terhadap kebutuhan dasar warga pascabanjir.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update