Notification

×

Iklan

Akses Jalan Tapan–Batas Jambi Berangsur Pulih

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:25 WIB Last Updated 2026-10-18T10:25:00Z

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan longsor pada ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. 

Padang, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan penanganan bencana tanah longsor yang melanda ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Upaya ini difokuskan pada pembersihan material tanah, batuan, dan lumpur yang menutupi badan jalan serta saluran drainase guna memulihkan akses transportasi masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan yang diterima di Padang, Ahad, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengerahkan personel dan peralatan sesuai kebutuhan di lapangan. Setelah jalan dapat dilalui, petugas tetap melanjutkan pembersihan sisa material agar kondisi infrastruktur kembali aman dan nyaman digunakan.

Dody menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan percepatan pemulihan melalui kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

“Insya Allah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Dody.

Penanganan yang dilaksanakan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah lokasi terdampak sudah dapat dilewati menggunakan dua jalur, sementara beberapa titik lainnya masih menerapkan sistem buka-tutup karena akses hanya bisa digunakan secara bergantian melalui satu jalur.

Untuk mempercepat proses pemulihan, BPJN Sumbar mengerahkan berbagai peralatan berat dan kendaraan operasional. Peralatan tersebut meliputi empat unit excavator, satu excavator mini, dua wheel loader, satu motor grader, serta lima dump truck. Seluruh peralatan ditempatkan di lokasi terdampak berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan.

Pembersihan material longsor dilakukan secara bertahap di sejumlah titik. Pada KM 228+100, petugas masih mengevakuasi sisa material tanah dan mengangkutnya ke tempat pembuangan menggunakan satu unit excavator serta tiga unit dump truck.

Sementara itu, pekerjaan di KM 228+400 telah rampung pada dua dari tiga titik longsoran. Satu titik lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut lantaran terdapat batu berukuran besar yang menghambat proses pembersihan.

Pekerjaan serupa juga berlangsung di KM 230+050 untuk membersihkan material yang menutupi jalan. Adapun pembersihan saluran drainase di KM 231+200 telah selesai dilakukan.

Berdasarkan data kondisi lapangan per 15 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, enam titik telah kembali berfungsi dengan akses dua jalur, yakni KM 229+700, KM 229+900, KM 230+400, KM 231+200, KM 231+800, dan KM 232+800.

Sementara itu, KM 228+100 dan KM 228+400 sudah dapat dilalui dengan sistem buka-tutup satu jalur. Adapun KM 230+050 masih beroperasi dengan satu jalur sehingga pengguna jalan diimbau mengikuti pengaturan petugas selama proses penanganan berlangsung.

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih

Selain memperbaiki akses jalan, Kementerian PU juga berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan.

Bencana tersebut mengakibatkan jaringan perpipaan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) setempat mengalami kerusakan dan terputus. Kondisi ini berdampak pada terganggunya distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah.

Untuk mengatasi kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat, Kementerian PU menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki. Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, sebanyak dua mobil tangki air dikerahkan untuk membantu warga di wilayah terdampak.

Hingga saat ini, total 8.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat di tiga nagari, yaitu Nagari Ranah Sungai Gambir, Nagari Limau Puruik, dan Nagari Talang Balirik.

Tim tanggap darurat juga diterjunkan untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung. Di sisi lain, perbaikan jaringan perpipaan mulai dilaksanakan dan terus dipercepat agar pelayanan air minum dapat kembali berjalan normal.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU berupaya memulihkan infrastruktur jalan nasional sekaligus menjaga ketersediaan layanan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan kondisi wilayah dan mendukung aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update