Notification

×

Iklan

7 Perangkat Elektronik yang Tetap Menyedot Listrik

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:46 WIB Last Updated 2026-10-13T21:00:45Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Mematikan perangkat elektronik bukan berarti konsumsi listriknya selalu berhenti sepenuhnya. Sejumlah peralatan rumah tangga masih menggunakan daya meskipun tidak sedang dioperasikan, selama kabelnya tetap terhubung ke stopkontak.

Fenomena tersebut dikenal sebagai vampire load, standby power, atau daya siaga. Listrik tetap digunakan karena perangkat masih menjalankan fungsi tertentu, seperti menyalakan lampu indikator, menerima perintah dari remote, mempertahankan koneksi jaringan, hingga menyimpan pengaturan.

Walaupun penggunaan daya pada masing-masing perangkat cenderung kecil, konsumsi yang berlangsung terus-menerus bisa menambah pemakaian listrik rumah tangga. Besarnya biaya tambahan dipengaruhi oleh kebutuhan daya perangkat, durasi pemakaian, serta tarif listrik yang berlaku.

Lantas, apa saja perangkat elektronik yang berpotensi tetap menggunakan listrik ketika tidak dipakai?

Berikut tujuh jenis perangkat yang perlu diperhatikan.

1. Pendingin Ruangan atau AC

AC yang telah dimatikan menggunakan remote masih berpotensi mengonsumsi listrik selama sambungan ke sumber daya belum diputus.

Besarnya konsumsi daya siaga bergantung pada tipe dan fitur AC. Pada sejumlah model, pemakaian listrik dalam kondisi tersebut berkisar antara 0,6 watt hingga 10 watt.

Daya tersebut dapat digunakan untuk mengoperasikan sistem kontrol elektronik, sensor, dan fitur lain yang tetap aktif ketika AC tidak sedang mendinginkan ruangan.

Apabila AC tidak akan digunakan dalam jangka waktu lama, pengguna bisa mempertimbangkan untuk memutus sambungan listriknya sesuai petunjuk produsen. Cara ini dapat membantu mengurangi pemakaian daya yang tidak diperlukan.

2. Televisi Modern dan Set-Top Box

Televisi yang layarnya sudah gelap belum tentu sepenuhnya berhenti menggunakan listrik. Dalam mode siaga, sejumlah TV masih membutuhkan daya untuk menerima perintah dari remote atau mempertahankan fungsi tertentu.

Konsumsi listrik pada mode tersebut umumnya berkisar antara 1 watt hingga 5 watt, tergantung pada model dan fitur yang tersedia. Untuk smart TV, konektivitas jaringan dan aktivitas sistem juga dapat memengaruhi besarnya pemakaian daya.

Perangkat set-top box atau penerima siaran televisi turut perlu diperhatikan. Beberapa model tetap mengonsumsi listrik untuk menjaga pengaturan dan menjalankan fungsi siaga. Pada perangkat tertentu, konsumsi dayanya dapat mencapai 10–30 watt.

Oleh sebab itu, pengguna sebaiknya memeriksa spesifikasi perangkat untuk mengetahui kebutuhan listriknya secara lebih tepat.

3. Laptop dan Komputer Desktop

Laptop dan komputer desktop masih dapat menggunakan listrik ketika berada dalam mode tidur (sleep) atau tetap tersambung ke sumber daya.

Konsumsi listriknya berbeda-beda, bergantung pada konfigurasi perangkat, kondisi pengisian baterai, serta pengaturan manajemen daya. Komputer yang berada dalam mode tidur juga tidak sama dengan komputer yang telah dimatikan sepenuhnya.

Pada komputer desktop, sebagian fungsi elektronik masih dapat memperoleh daya ketika perangkat tidak aktif. Untuk mengurangi konsumsi listrik, pengguna dapat mematikan komputer sepenuhnya apabila tidak akan digunakan dalam waktu lama.

Khusus laptop, adaptor pengisi daya juga sebaiknya diperiksa dan dilepas jika sudah tidak diperlukan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pengisian baterai.

4. Router WiFi dan Modem Internet

Router WiFi dan modem menjadi perangkat yang sering dibiarkan menyala sepanjang hari agar koneksi internet tetap tersedia.

Namun, konsumsi listrik pada perangkat ini umumnya bukan sekadar daya siaga. Selama router dan modem masih beroperasi, listrik digunakan untuk menjalankan fungsi utama, seperti memancarkan sinyal WiFi dan menjaga koneksi jaringan.

Pada sejumlah perangkat, kebutuhan daya dapat berada di kisaran 5–10 watt, bergantung pada spesifikasi dan aktivitasnya.

Untuk menghemat listrik, router atau modem bisa dimatikan ketika tidak diperlukan dalam waktu lama. Meski begitu, pengguna perlu mempertimbangkan kebutuhan internet, perangkat yang bergantung pada jaringan, serta layanan yang harus tetap terhubung.

5. Speaker Aktif dan Perangkat Audio

Speaker aktif, soundbar, serta sistem home theater juga berpotensi menggunakan listrik meskipun tidak sedang mengeluarkan suara.

Sebagian perangkat dirancang untuk tetap berada dalam mode siaga agar bisa langsung diaktifkan menggunakan remote. Fitur konektivitas tertentu juga dapat membuat sebagian komponen tetap bekerja ketika perangkat tidak digunakan.

Pada beberapa model, konsumsi daya siaga dapat berkisar antara 5 watt hingga 10 watt. Namun, besarnya pemakaian listrik tidak sama untuk setiap perangkat.

Jika sistem audio hanya sesekali digunakan, pengguna dapat memanfaatkan fitur hemat energi atau memutus sambungan listrik ketika perangkat tidak diperlukan, sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

6. Microwave, Oven, dan Mesin Kopi Digital

Peralatan dapur yang dilengkapi layar digital, seperti microwave, oven listrik, dan mesin kopi, dapat tetap mengonsumsi listrik meskipun tidak sedang digunakan untuk memasak atau membuat minuman.

Daya tersebut antara lain diperlukan untuk menampilkan jam, mempertahankan pengaturan, atau mendukung sistem elektronik dalam kondisi siaga.

Pada sejumlah perangkat, konsumsi listrik ketika tidak digunakan dapat berkisar antara 1 watt hingga 5 watt. Besaran sebenarnya bergantung pada desain dan fitur yang dimiliki.

Jika peralatan tersebut jarang digunakan, mencabut sambungan listrik ketika tidak diperlukan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi pemakaian daya siaga. Pastikan langkah tersebut tidak bertentangan dengan petunjuk produsen dan dilakukan dengan aman.

7. Charger Ponsel dan Perangkat Elektronik Kecil

Pengisi daya ponsel, tablet, dan jam pintar juga berpotensi menggunakan listrik dalam jumlah kecil ketika masih terhubung ke stopkontak meskipun tidak sedang mengisi baterai.

Pada beberapa jenis charger, konsumsi daya tanpa beban berada di kisaran 0,2–2 watt. Angka ini dapat berbeda berdasarkan teknologi, desain, dan efisiensi masing-masing produk.

Untuk satu charger, jumlah listrik yang digunakan biasanya relatif kecil. Akan tetapi, jika banyak pengisi daya dibiarkan terhubung selama berjam-jam setiap hari, akumulasi konsumsinya tetap berpotensi menambah pemakaian listrik.

Mencabut charger setelah proses pengisian selesai merupakan langkah sederhana untuk menghindari konsumsi daya yang tidak diperlukan.

Tips Mengurangi Konsumsi Listrik Saat Perangkat Tidak Digunakan

Ada beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menekan penggunaan listrik dari perangkat elektronik di rumah.

Pertama, periksa peralatan yang terus terhubung ke stopkontak dan identifikasi perangkat yang masih menggunakan daya ketika tidak dioperasikan. Kedua, manfaatkan fitur hemat energi atau pengaturan mati otomatis apabila tersedia.

Ketiga, cabut perangkat yang tidak diperlukan dalam waktu lama, selama tindakan tersebut aman dan sesuai dengan petunjuk produsen. Penggunaan terminal listrik yang dilengkapi sakelar juga dapat memudahkan pemutusan aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus.

Meski demikian, tidak semua perangkat elektronik yang masih terhubung ke stopkontak mengonsumsi listrik dalam jumlah besar. Karena itu, memeriksa spesifikasi teknis atau menggunakan alat pengukur konsumsi listrik merupakan cara yang lebih akurat untuk mengetahui kebutuhan daya setiap perangkat.

Dengan mengenali peralatan yang masih menggunakan listrik saat tidak dipakai, masyarakat dapat mengatur penggunaan energi rumah tangga secara lebih efisien tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update