Notification

×

Iklan

65 Kuda Pacu dari Sumatera hingga Jawa Beradu Cepat di Bupati Cup 2026 Tanah Datar

Senin, 19 Oktober 2026 | 07:51 WIB Last Updated 2026-10-19T00:51:51Z

Pacu kuda. | Foto Antara

RAKYATTERKINI.COM – Gelanggang pacuan kuda Tanah Datar kembali bergemuruh. Sebanyak 65 ekor kuda pacu dari berbagai daerah di Sumatera hingga Pulau Jawa berlaga dalam ajang Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026, Minggu hingga Senin (18–19/10/2026).

Tak sekadar adu kecepatan dan ketangkasan, perhelatan yang berlangsung selama dua hari ini juga menjadi panggung pelestarian tradisi Minangkabau sekaligus magnet bagi masyarakat dan pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, secara resmi membuka perlombaan yang mempertandingkan pacuan nasional berpelana dan pacuan tradisional tanpa pelana tersebut.

Kentalnya nuansa adat Minangkabau terlihat sejak awal acara. Prosesi pembukaan diawali dengan penyerahan gelanggang secara adat oleh niniak mamak dari Nagari Saruaso, Baringin, dan Pagaruyung kepada Pemerintah Daerah.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera dari Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumatera Barat kepada Bupati Eka Putra sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Dalam sambutannya, Eka Putra menegaskan bahwa pacu kuda bukan sekadar hiburan rakyat ataupun ajang olahraga. Lebih dari itu, tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Minangkabau.

“Pacu kuda adalah tradisi anak nagari yang sudah ada sejak lama. Ini menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, penyelenggaraan Pacu Kuda Bupati Cup memiliki makna strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ramainya pengunjung yang datang menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kecil, serta sektor pariwisata untuk meningkatkan aktivitas usahanya.

Eka Putra berharap perhelatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik Tanah Datar sebagai daerah yang kaya akan tradisi, budaya, dan potensi wisata.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat yang memadati arena, Bupati turut mengimbau seluruh pengunjung agar menjaga keselamatan, mematuhi petunjuk panitia, serta mengikuti ketentuan kesehatan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Bayu, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini menghadirkan dua kategori utama, yakni pacuan nasional berpelana dan pacuan tradisional tanpa pelana.

Kedua kategori tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton karena menghadirkan persaingan antarkuda dengan karakter dan teknik pacuan yang berbeda.

“Sebanyak 11 race digelar pada hari pertama, sementara 14 race sisanya dipacu pada hari kedua,” jelas Bayu.

Dengan demikian, total terdapat 25 race yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari pelaksanaan Bupati Cup 2026.

Bayu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pordasi Sumatera Barat, para donatur, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan para penonton agar menjaga ketertiban, memperhatikan arahan petugas keamanan, dan tidak mengabaikan aspek keselamatan selama menyaksikan perlombaan.

Melalui ajang ini, Tanah Datar kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi pacu kuda sebagai warisan budaya Minangkabau, sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat dan memperkuat promosi pariwisata daerah. (farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update