Notification

×

Iklan

3.663 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:22 WIB Last Updated 2026-10-13T14:22:00Z

Proses pemadaman api. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Jumlah titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera terus mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 3.663 titik panas hingga Selasa (13/10/2026) pukul 07.00 WIB. Angka ini bertambah dibandingkan pemantauan Senin (12/10) sore yang mencatat 2.440 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah dengan temuan titik panas paling banyak, yakni mencapai 2.559 titik.

Selain itu, titik panas juga terdeteksi dalam jumlah cukup besar di sejumlah wilayah lainnya. Lampung tercatat memiliki 471 titik, disusul Jambi sebanyak 326 titik dan Kepulauan Bangka Belitung dengan 287 titik.

Sementara itu, wilayah Sumatera lainnya mencatat jumlah titik panas yang lebih sedikit. Bengkulu terpantau memiliki 15 titik, sedangkan Riau mencatat empat titik panas.

Di Provinsi Riau, sebaran titik panas tersebut berada di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak dua titik. Adapun Kabupaten Pelalawan dan Siak masing-masing terpantau memiliki satu titik panas.

Meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah selatan Sumatera turut memengaruhi kualitas udara di Provinsi Riau. Berdasarkan pengukuran konsentrasi partikulat dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Selasa, kualitas udara di wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kabut asap, terutama risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Gita mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika melakukan kegiatan di luar ruangan. Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin tebal.

Dampak kabut asap turut dirasakan dalam operasional penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Sebanyak 12 penerbangan dilaporkan mengalami keterlambatan, yang terdiri atas enam penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan.

Di sisi lain, empat penerbangan masih beroperasi sesuai jadwal. Jumlah tersebut meliputi dua penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update