Notification

×

Iklan

Vasko Dorong Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 06:48 WIB Last Updated 2026-09-12T23:48:00Z

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menjadi narasumber dalam Sosialisasi

Pessel, Rakyatterkini.com — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy mengajak seluruh pihak memperkuat pendidikan politik dan pemahaman demokrasi masyarakat secara berkesinambungan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sekaligus mendorong partisipasi pemilih menghadapi Pemilu 2029.

Pesan itu disampaikan Vasko ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumbar. Kegiatan berlangsung di Aula UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah I Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Vasko mengatakan, pemahaman demokrasi tidak boleh berhenti sebatas mengajak masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Pemilih juga perlu mengetahui bagaimana sistem demokrasi berjalan, memahami proses Pemilu maupun Pilkada, serta menyadari dampak dari keputusan politik yang mereka buat.

Menurutnya, pemilih yang berkualitas adalah masyarakat yang menggunakan hak politiknya berdasarkan pemahaman, bukan sekadar mengikuti pilihan orang lain.

“Yang kita harapkan bukan hanya masyarakat datang ke TPS dan menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami mengapa mereka memilih dan apa konsekuensi dari pilihan tersebut,” kata Vasko.

Ia menekankan, pendidikan politik harus menjadi proses yang berlangsung secara konsisten sepanjang waktu. Edukasi tidak semestinya hanya digencarkan ketika tahapan Pemilu atau Pilkada sudah dimulai.

Dengan pendidikan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu menjadi pemilih yang lebih rasional, kritis, sekaligus bertanggung jawab dalam menentukan pilihan politik.

Vasko juga menyinggung tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada yang cenderung lebih rendah dibandingkan Pemilu Presiden. Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan metode pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, antara lain melalui dialog langsung, edukasi publik, serta peran aktif tokoh masyarakat dan berbagai kelompok sosial.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, penyelenggara Pemilu, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat perlu mengambil peran dalam membangun budaya demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota KPU RI Dr. Betty Epsilon Idroos menyampaikan bahwa pendidikan pemilih semakin strategis karena tahapan persiapan menuju Pemilu 2029 akan mulai dilakukan secara bertahap pada 2027.

Betty menyebut partisipasi pemilih di Sumatera Barat pada Pilkada 2024 masih sekitar 57 persen. Angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai sekitar 71,39 persen. Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan bersama yang perlu dijawab dengan program pendidikan pemilih secara lebih masif dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti komposisi pemilih yang didominasi Generasi Milenial dan Generasi Z. Kedua kelompok tersebut disebut mencakup hampir 60 persen pemilih sehingga strategi pendidikan demokrasi perlu disesuaikan dengan karakter serta pola komunikasi generasi muda.

“Pemilih kita didominasi Generasi Milenial dan Generasi Z yang jumlahnya hampir 60 persen. Karena itu, pendekatan pendidikan pemilih juga harus mampu menjangkau dan sesuai dengan karakter generasi muda,” jelas Betty.

Lebih lanjut, Betty menjelaskan bahwa hasil Pemilu memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pilihan politik yang diambil akan turut menentukan arah kebijakan pemerintah, pembangunan daerah, kualitas pelayanan publik, sektor pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa menggunakan hak pilih merupakan bagian penting dari proses menentukan masa depan kebijakan publik. Hak tersebut harus dijalankan secara sadar dan penuh tanggung jawab.

KPU juga memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan Pemilu yang inklusif. Salah satunya dengan memastikan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan akses informasi serta pelayanan kepemiluan yang layak dan mudah dijangkau.

Di tengah perkembangan teknologi digital, KPU turut mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran, edukasi, dan simulasi kepemiluan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus membantu masyarakat memahami tahapan serta mekanisme demokrasi dengan lebih mudah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua dan Anggota KPU Provinsi Sumbar, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar Mursalim, jajaran KPU Kabupaten Pesisir Selatan, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update