Padang, Rakyatterkini.com – Universitas Andalas (UNAND) memperingati Dies Natalis ke-70 melalui Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah di Auditorium Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang, Senin (14/9/2026).
Peringatan tujuh dekade tersebut menjadi kesempatan bagi UNAND untuk mengevaluasi perjalanan panjangnya dalam bidang pendidikan sekaligus mempertegas arah pengembangan universitas menuju institusi yang memiliki reputasi di tingkat internasional.
Sidang Terbuka Dies Natalis tahun ini turut menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, yang menyampaikan orasi ilmiah secara daring. Kehadiran pimpinan lembaga riset nasional itu dinilai penting untuk memperkuat peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan BRIN, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian.
Dalam orasinya, Arif Satria menjelaskan bahwa terdapat hubungan erat antara tingkat inovasi, daya saing, produktivitas tenaga kerja, dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Menurutnya, negara yang secara berkelanjutan memperkuat kemampuan inovasinya cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkesinambungan dibandingkan negara yang hanya mengandalkan sumber daya alam.
Terkait arah riset nasional, Arif menyampaikan bahwa BRIN bersama sejumlah kementerian dan lembaga sedang menyiapkan peta jalan penelitian untuk periode 2025–2045.
Peta jalan tersebut memberikan perhatian pada enam bidang teknologi yang dianggap memiliki peran penting bagi masa depan Indonesia. Keenamnya meliputi teknologi kuantum, kecerdasan buatan (AI), material maju, semikonduktor, teknologi antariksa, serta nuklir.
Arif berharap perguruan tinggi, termasuk UNAND, dapat menjadi partner strategis BRIN dalam menjalankan agenda riset tersebut. Kolaborasi dapat dilakukan melalui penelitian bersama maupun program BRIN Goes to Campus yang bertujuan memperkuat hubungan antara lembaga riset nasional dengan perguruan tinggi di berbagai daerah.
Selain memperkuat riset nasional, Arif juga menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi sampai ke daerah. BRIN saat ini mengembangkan konsep Rumah Inovasi Indonesia yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan kekayaan intelektual, inkubasi teknologi, sekaligus penghubung antara kalangan peneliti dan dunia industri.
Konsep tersebut nantinya dapat dikembangkan di daerah melalui Rumah Inovasi Daerah. Dengan demikian, setiap daerah diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk dan aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.
Sementara itu, Rektor UNAND Efa Yonnedi menyampaikan berbagai perkembangan yang telah dicapai universitas dalam lima tahun terakhir.
Dalam aspek tata kelola, UNAND berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan sejak 2022 hingga 2026. Pada 2026, universitas juga memperoleh predikat SAKIP AA, setelah sebelumnya meraih predikat A sejak 2023.
Digitalisasi pelayanan juga terus diperkuat melalui berbagai sistem terintegrasi, salah satunya aplikasi myUNAND Mobile. Hingga Agustus 2026, implementasi layanan keuangan berbasis digital di UNAND telah mencapai 100 persen.
Pada bidang pendidikan, jumlah program studi UNAND kini mencapai 154. Angka tersebut meningkat 19,4 persen dibandingkan 129 program studi pada 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 program studi telah mendapatkan akreditasi Unggul atau A.
Sementara program studi yang memperoleh akreditasi internasional mencapai 29, meningkat tajam dibandingkan 12 program studi pada 2021 atau bertambah sekitar 141,7 persen.
Perkembangan juga terlihat dari sektor penelitian. Sepanjang 2025, UNAND mengelola 1.574 proyek penelitian dan menghasilkan 1.344 publikasi yang terindeks Scopus.
Kualitas publikasi turut mengalami peningkatan. Persentase karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal bereputasi Q1 dan Q2 naik dari 15,9 persen pada 2021 menjadi 51,7 persen pada 2026. Capaian tersebut didukung oleh 1.513 dosen aktif dan 228 profesor.
Dalam bidang inovasi dan hilirisasi, sebanyak 126 dosen UNAND tercatat telah memiliki paten. Selain itu, terdapat 10 produk yang sudah masuk tahap komersialisasi dan dua kontrak lisensi komersialisasi yang masih aktif.
Dari sisi sarana dan prasarana, UNAND juga menyelesaikan sejumlah pembangunan fasilitas untuk mendukung aktivitas akademik maupun pelayanan publik. Beberapa di antaranya adalah Laboratorium Sentral, Laboratorium Hukum, rumah susun mahasiswa, embung, serta jembatan akses menuju Rumah Sakit UNAND.
Sejumlah proyek lain masih dalam proses pengerjaan, seperti Gedung Serba Guna, jogging track kampus, serta Skills Lab Terintegrasi Fakultas Kedokteran Gigi.
Rangkaian Dies Natalis ke-70 juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sivitas akademika yang menunjukkan prestasi. Penghargaan diberikan kepada mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen dari berbagai bidang keilmuan.
Menurut Efa, apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya universitas menciptakan lingkungan akademik yang mendorong prestasi dan keunggulan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, tema Dies Natalis ke-70, “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, memiliki makna yang lebih luas dari sekadar slogan peringatan.
“Tumbuh Berakar” menggambarkan tekad UNAND untuk tetap berpegang pada nilai, sejarah, serta identitas yang telah dibangun selama 70 tahun. Sementara “Menjulang” merepresentasikan ambisi untuk meningkatkan kualitas dan reputasi universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun kata “Berdampak” menegaskan bahwa kemajuan UNAND diharapkan tidak berhenti pada pencapaian internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi yang kini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UNAND menjalankan agenda transformasi untuk periode 2025–2029. Salah satu sasaran utamanya adalah membangun reputasi global yang lebih kuat pada 2029.
Perkembangan tersebut antara lain tercermin dalam QS World University Rankings 2026. Posisi UNAND di kawasan Asia meningkat ke peringkat 396, dari rentang peringkat 461–470 pada tahun sebelumnya. Di tingkat Asia Tenggara, UNAND berada pada posisi ke-77.
Jaringan internasional UNAND juga semakin luas. Jumlah negara mitra aktif meningkat dari enam negara pada 2021 menjadi 46 negara pada 2026. Sementara itu, jumlah dokumen kerja sama aktif tercatat mencapai 3.887.
Memasuki usia tujuh dekade, UNAND berada dalam fase penting. Pengalaman dan fondasi yang dibangun selama 70 tahun menjadi modal untuk menghadapi tuntutan transformasi perguruan tinggi.
Di tengah semakin jelasnya arah riset nasional serta penguatan ekosistem inovasi, kemampuan UNAND dalam menghasilkan penelitian, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat(da*)


