Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional masih berada dalam kondisi aman hingga Juni 2027. Kepastian itu disampaikan meski Indonesia menghadapi potensi kekeringan yang dipicu fenomena El Nino ekstrem.
Amran mengatakan ketahanan pangan, khususnya komoditas beras, masih terjaga di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ancaman krisis pangan, energi, hingga air.
“Pangan kita, alhamdulillah, aman. Khususnya beras, di tengah guncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” ujar Amran saat memaparkan hasil pemeriksaan serta temuan terkait beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi beras nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fokusnya adalah memperkuat infrastruktur pertanian di berbagai daerah.
Sejumlah program yang dilakukan meliputi pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, embung, irigasi perpompaan, optimalisasi lahan sawah dan rawa, hingga pembukaan area persawahan baru melalui program cetak sawah.
Menurut Amran, tanaman padi yang saat ini masih berada di lahan atau standing crop diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 10 juta ton beras. Produksi tersebut berasal dari area tanaman seluas kurang lebih 3,8 juta hektare.
Di sisi lain, kebutuhan beras dari sektor hotel, restoran, dan kafe juga disebut berada di atas 10 juta ton. Kondisi tersebut turut menjadi bagian dari perhitungan pemerintah dalam memastikan kecukupan pasokan beras secara nasional.
Selain produksi yang masih berjalan, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat sekitar 5 juta ton. Jika digabungkan dengan berbagai sumber pasokan lainnya, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25-26 juta ton.
Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat setiap bulan berada di kisaran 2,5 hingga 2,6 juta ton. Dengan perbandingan antara stok dan kebutuhan tersebut, pemerintah menilai persediaan beras masih mencukupi untuk beberapa bulan mendatang.
Amran memperkirakan kondisi stok beras nasional dapat bertahan hingga Juni 2027. Perhitungan tersebut mempertimbangkan produksi yang sedang berlangsung, cadangan pemerintah, serta tingkat konsumsi masyarakat.
“Kebutuhan kita per bulan 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya, beras kita cukup untuk 10 bulan ke depan. Kalau dihitung mulai September 2026 sampai Juni 2027, stok beras kita aman. Jadi sangat aman,” katanya.
Amran menambahkan, ketahanan pangan Indonesia tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Indonesia juga telah mengekspor beras ke Malaysia dan mengirimkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton bagi masyarakat Palestina.
Ia menilai kemampuan menjaga kecukupan stok sekaligus membantu negara lain merupakan capaian penting bagi Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari sejarah baru dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.(da*)


