Notification

×

Iklan

Puskesmas Anak Air Perkuat Penanganan Stunting

Selasa, 01 September 2026 | 16:42 WIB Last Updated 2026-09-01T09:42:00Z

Suasana pelayanan kesehatan ibu dan anak di salah satu Posyandu 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Padang terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui berbagai pendekatan di tingkat pelayanan kesehatan. 

Salah satunya dilakukan Puskesmas Anak Air yang berada di wilayah Kecamatan Koto Tangah dengan menggabungkan program inovasi, layanan rujukan, serta pemberian intervensi gizi bagi anak yang membutuhkan.

Hingga Juli 2026, Puskesmas Anak Air mencatat terdapat 179 anak yang masuk dalam kategori terindikasi stunting di wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 anak yang memiliki kondisi medis tertentu dan membutuhkan penanganan lebih lanjut telah dirujuk ke rumah sakit umum daerah maupun klinik spesialis.

Sementara anak lainnya tetap memperoleh pendampingan gizi secara intensif. Bentuk intervensi tersebut antara lain berupa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) serta makanan tambahan (PMT) dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, mengatakan penanganan stunting harus dilakukan sejak awal dan tidak hanya diberikan kepada anak yang sudah mengalami masalah pertumbuhan. Menurutnya, pencegahan perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui inovasi Balek Lancah, yang merupakan singkatan dari Bina Ibu Hamil Kurang Energi Kronis untuk Cegah Anak Kurus.

Program tersebut ditujukan untuk mendampingi ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK) maupun anemia. Tenaga kesehatan secara aktif melakukan pemantauan sekaligus melibatkan keluarga dalam menjaga kondisi ibu dan calon bayi.

Marta mengatakan pihaknya berupaya melakukan intervensi sejak dari hulu dengan melibatkan suami, keluarga, hingga masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan ibu dan janin dapat terpantau dengan baik sampai waktu persalinan.

Menurutnya, karakteristik wilayah Koto Tangah juga menjadi tantangan tersendiri. Kawasan tersebut memiliki mobilitas penduduk yang tinggi karena berada di jalur perlintasan, ditambah jumlah pendatang dan ibu hamil berusia muda yang cukup banyak.

Meski demikian, koordinasi dengan berbagai sektor serta peran aktif kader Posyandu terus diperkuat. Upaya tersebut turut mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, termasuk pergeseran dari persalinan di rumah menuju persalinan yang ditangani tenaga medis sehingga lebih aman bagi ibu dan bayi.

Dalam pelaksanaan program sehari-hari, keberadaan kader Posyandu menjadi salah satu unsur penting. Mereka bertugas melakukan pemantauan awal terhadap anak yang berisiko mengalami berat badan rendah maupun stunting. Apabila ditemukan indikasi, informasi tersebut diteruskan kepada puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Pemberian PMT berbasis pangan lokal juga menjadi bagian dari intervensi. Program yang didanai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan tersebut dikelola oleh tenaga ahli gizi Puskesmas Anak Air bersama mitra di tingkat lokal. Makanan bernutrisi kemudian didistribusikan langsung ke rumah masing-masing sasaran oleh kader selama periode intervensi.

Di sisi lain, pihak puskesmas masih menghadapi tantangan terkait pola asuh anak. Kondisi ini berkaitan dengan aktivitas orang tua yang bekerja sehingga pengasuhan anak sering kali diserahkan kepada anggota keluarga lain maupun pengasuh.

Dalam beberapa kasus, anak mendapatkan makanan ringan atau jajanan yang kurang memiliki nilai gizi. Akibatnya, nafsu makan anak bisa berkurang ketika waktu makan utama yang telah disiapkan dengan kandungan gizi seimbang tiba.

Meski terdapat sejumlah kendala, pelayanan yang diberikan Puskesmas Anak Air mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Afreni Erita, warga yang anaknya masuk dalam pemantauan stunting.

Afreni mengapresiasi pendampingan yang diberikan petugas kesehatan, termasuk ketika anaknya harus mendapatkan penanganan dari dokter spesialis anak. Menurutnya, petugas tidak hanya membantu proses rujukan, tetapi juga mendampingi pengobatan hingga selesai serta melakukan pemantauan selama masa pemulihan.

Saat ini, Puskesmas Anak Air juga didukung fasilitas kesehatan yang semakin memadai, seperti laboratorium terpadu dan layanan ultrasonografi (USG), serta tenaga dokter dan bidan yang telah mendapatkan pelatihan.

Dengan dukungan tersebut, Pemko Padang berharap penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur. Masyarakat, terutama ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita, juga terus didorong untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu dan puskesmas sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Padang yang sehat, tumbuh optimal, dan terbebas dari stunting.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update