Notification

×

Iklan

Prabowo Dorong Industrialisasi Bersama BRICS

Selasa, 15 September 2026 | 02:37 WIB Last Updated 2026-09-14T19:37:00Z

RI Dorong BRICS Bangun Industri Bersama dan Bidik Pasar Ekspor

Jakarta, Rakyatterkini.com — Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota BRICS memperkuat kolaborasi di bidang industri serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki bersama. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tekanan dan tantangan ekonomi global.

Prabowo menyampaikan gagasan itu saat menghadiri KTT BRICS 2026 yang mengangkat tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mencontohkan perubahan yang terjadi di Indonesia dalam sektor pangan. Menurutnya, Indonesia yang sebelumnya masih mengandalkan impor sejumlah komoditas kini mulai mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus meningkatkan kapasitas ekspor.

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun Indonesia bergantung pada pasokan dari luar negeri untuk berbagai komoditas, seperti biji-bijian, beras, dan jagung. Namun, peningkatan produksi nasional secara bertahap telah membawa perubahan terhadap kondisi tersebut.

“Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia,” ujar Prabowo, berdasarkan keterangan resmi Presiden.

Prabowo menilai pengalaman Indonesia tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan dapat diatasi melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas nasional. Kekurangan yang sebelumnya menjadi persoalan dapat dikembangkan menjadi potensi produksi dan kekuatan ekonomi baru.

Menurutnya, pendekatan serupa juga dapat diterapkan dalam lingkup BRICS. Setiap negara anggota memiliki sumber daya, kemampuan produksi, dan keunggulan ekonomi yang berbeda sehingga berpotensi saling melengkapi jika dikolaborasikan.

Atas dasar itu, Prabowo mengusulkan agar negara-negara BRICS mendorong industrialisasi secara bersama-sama. Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya, memperkuat sektor industri, mendorong investasi, serta menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas.

“BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” katanya.

Prabowo juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari peningkatan angka ekonomi, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Karena itu, pembangunan yang inklusif dan inovasi dinilai penting untuk memperbesar kapasitas ekonomi bersama.

“Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” tegas Prabowo.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update