Notification

×

Iklan

PLN Dukung Pelestarian Budaya di Sanggar Rumbio Sakato

Selasa, 15 September 2026 | 05:21 WIB Last Updated 2026-09-14T22:21:00Z

PLN UID Sumbar Resmikan Program TJSL Sanggar Rumbio Sakato

Solok, Rakyatterkini.com – Keberadaan sanggar seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Selain menjadi tempat mengasah kemampuan di bidang seni, sanggar juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas dan potensi masyarakat.

Semangat tersebut turut diwujudkan melalui peresmian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di Sanggar Seni Rumbio Sakato, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, pada 10 September 2026.

Program TJSL ini diarahkan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan Sanggar Seni Rumbio Sakato dalam menjaga seni dan budaya Minangkabau. Di sisi lain, dukungan tersebut juga ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif yang dijalankan masyarakat.

Sanggar Seni Rumbio Sakato memiliki sejumlah kegiatan, di antaranya latihan tari dan musik, pencak silat tradisional Minangkabau, serta pengembangan usaha berupa pengolahan makanan tradisional dan produksi keripik singkong.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi masyarakat di daerah.

“Pelestarian budaya membutuhkan tempat yang dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Kami berharap bantuan ini bisa mendukung keberlangsungan kegiatan Sanggar Seni Rumbio Sakato sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terus berkreasi,” kata Ririn.

Bantuan PLN difokuskan pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas seni, musik, serta silat tradisional Minangkabau. Selain itu, dukungan juga mencakup kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan usaha produktif sanggar.

Menurut Ririn, peresmian program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan yang selama ini telah berkembang di tengah masyarakat.

“Dukungan ini diharapkan dapat benar-benar menunjang aktivitas yang sudah berjalan. Dengan adanya ruang untuk mempelajari budaya dan mengembangkan usaha, masyarakat bisa semakin optimal menggali potensi yang ada di lingkungannya,” ujarnya.

Keberadaan sanggar juga dinilai penting di tengah perubahan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi keberadaan seni tradisional. Kondisi tersebut membuat upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya Minangkabau menjadi semakin penting.

Sanggar Seni Rumbio Sakato sendiri telah memiliki sejumlah bidang kegiatan untuk mendukung keberlangsungannya. Bidang tersebut antara lain seni dan budaya, pelatihan pencak silat, teknik kesenian dan keamanan, serta bidang dana dan konsumsi.

Ririn menegaskan, PLN berupaya memastikan program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat langsung dan memperkuat potensi yang telah berkembang di masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi kegiatan yang sudah tumbuh. Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki ruang untuk belajar, berkarya, melestarikan budaya, sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi produktif,” tuturnya.

Peresmian program TJSL PLN di Sanggar Seni Rumbio Sakato diharapkan dapat menjaga keberadaan ruang belajar dan berkesenian bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda dapat terus mengenal dan mempraktikkan seni tradisional Minangkabau, sementara masyarakat memperoleh peluang untuk mengembangkan keterampilan dan usaha produktif berbasis potensi lokal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update