Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong penggunaan data dan informasi geospasial sebagai salah satu dasar penting dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah.
Pemanfaatan data tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai kebijakan, penentuan program prioritas, hingga penyusunan anggaran dapat dilakukan secara lebih akurat dan sesuai dengan kondisi nyata masyarakat di masing-masing wilayah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten III Sekretariat Daerah, Ifon Satria, ketika membuka Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial dalam Percepatan Pembangunan Daerah di Aula Kantor Bappeda Kota Payakumbuh.
Menurut Ifon, kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketepatan arah pembangunan. Data yang lengkap, valid, dan saling terhubung akan membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Semakin lengkap, akurat, dan terintegrasi data yang kita miliki, semakin tepat pula arah kebijakan pembangunan yang dapat kita rumuskan. Kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh presisi data yang menjadi acuan pengambil keputusan,” kata Ifon.
Ia menerangkan, data geospasial memiliki keunggulan karena tidak hanya memuat informasi dalam bentuk angka atau statistik. Data tersebut juga mampu menggambarkan lokasi, pola persebaran, potensi suatu kawasan, hingga berbagai persoalan berdasarkan wilayah secara lebih terperinci.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy, sehingga keputusan yang diambil memiliki dasar informasi yang kuat.
Di Payakumbuh, pemanfaatan data geospasial dapat diterapkan pada berbagai sektor. Salah satunya dalam mengarahkan pemanfaatan lahan berdasarkan karakteristik setiap kawasan. Data tersebut juga dapat digunakan untuk memetakan daerah rawan bencana, memperkirakan dampaknya, merancang infrastruktur yang lebih tangguh, serta menentukan jalur evakuasi.
Selain itu, data berbasis lokasi dapat mendukung pendataan aset, objek pajak, dan potensi ekonomi daerah. Pemerintah juga dapat menggunakannya untuk memetakan kebutuhan infrastruktur dasar, seperti jaringan air bersih, jalan, dan listrik agar pembangunan dilakukan secara proporsional berdasarkan persebaran penduduk.
Untuk mendukung penerapan tersebut, Pemko Payakumbuh melalui Bappeda berupaya memperkuat jaringan geospasial yang menghubungkan berbagai instansi. Dengan demikian, pengelolaan data diharapkan semakin terpadu dan dapat dimanfaatkan secara mudah oleh seluruh perangkat daerah.
Penguatan tidak hanya dilakukan pada sistem dan infrastruktur data. Kemampuan aparatur dalam mengolah serta mengelola informasi geospasial juga menjadi perhatian agar data yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai bahan perumusan kebijakan, bukan sekadar menjadi arsip.
Sosialisasi tersebut diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Payakumbuh serta perwakilan Perumda Tirta Sago.
Kegiatan menghadirkan Dr. Arie Yulfa sebagai narasumber. Ia merupakan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) sekaligus bagian dari Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial.
Arie mengatakan, pemanfaatan data geospasial secara optimal diharapkan mampu membuat perencanaan pemerintah semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui optimalisasi data geospasial ini, Pemko Payakumbuh berharap dapat mengikis kesenjangan antara perencanaan di atas kertas dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” ujar Arie. (da*)


