Pariaman, Rakyatterkini.com – Wakil Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Mulyadi meminta pemerintah daerah memperkuat edukasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat secara rutin dan berkelanjutan. Sosialisasi tersebut dinilai perlu menyasar berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, tempat ibadah hingga tempat kerja.
Menurut Mulyadi, masyarakat tidak dapat memprediksi kapan bencana akan terjadi. Meski bencana alam tidak bisa sepenuhnya dicegah, risiko korban jiwa maupun kerusakan dapat ditekan melalui upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini.
Hal itu disampaikan Mulyadi saat menghadiri Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat 2026 yang digelar Pemprov Sumbar bersama Pemkot Pariaman di Kota Pariaman, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa Sumatera Barat, terutama kawasan pesisir seperti Pariaman, memiliki tingkat kerawanan terhadap gempa bumi dan tsunami karena berada di wilayah cincin api serta berdekatan dengan zona megathrust.
“Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan memahami potensi risiko. Yang lebih penting adalah melakukan tindakan konkret, latihan secara rutin, serta meningkatkan kemampuan respons secara bersama-sama,” ujar Mulyadi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh pemahaman yang memadai mengenai langkah-langkah menghadapi bencana. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah korban apabila bencana benar-benar terjadi.
Mulyadi juga menyebut kegiatan gladi bencana memiliki peran penting dalam menguji kesiapan sekaligus memperkuat koordinasi berbagai instansi. Dengan latihan tersebut, alur komunikasi dan penanganan keadaan darurat dapat berjalan lebih efektif.
“Simulasi dan gladi ini menjadi sarana untuk menguji kesiapan kita, sistem yang ada, serta koordinasi antarlembaga. Dengan begitu, kita tidak kebingungan ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Sumbar bersama Pemkot Pariaman menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Sekretaris Daerah Sumbar Arry Yuswandi mengatakan kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret agar perlindungan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Langkah kesiapsiagaan yang tepat sangat dibutuhkan. Dengan persiapan yang baik, lebih banyak nyawa dapat diselamatkan dan kerugian materi akibat bencana bisa ditekan,” kata Arry.
Ia menambahkan bahwa meskipun bencana tidak dapat dihentikan, konsekuensi yang ditimbulkannya dapat diminimalkan dengan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.(da*)


