Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sawahlunto, Jhon Reflita, menyebut kondisi fisik para atlet daerahnya telah dipersiapkan secara maksimal untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Meski demikian, kesiapan tersebut belum sepenuhnya didukung kepastian anggaran. KONI Sawahlunto masih menunggu pencairan dana hibah sebelum dapat membeli perlengkapan kontingen maupun kebutuhan pertandingan.
“Kesiapan fisik atlet sudah tidak menjadi masalah. Yang menjadi kendala sekarang adalah anggaran, karena kami tidak mungkin melakukan pengadaan perlengkapan kontingen dan peralatan pertandingan sebelum dana benar-benar jelas,” ujar Jhon, Senin (14/9/2026).
Menurut Jhon, kepastian dana diperlukan agar proses pengadaan dapat dilakukan sesuai aturan. Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari munculnya persoalan hukum di kemudian hari.
“Kami memang sudah sangat siap dari sisi teknis, tetapi aspek hukum juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai keputusan yang diambil sekarang justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Jhon menegaskan, apabila dana yang bersumber dari APBD Perubahan belum dapat dicairkan hingga 21 September 2026, Sawahlunto terpaksa tidak mengirimkan kontingen untuk mengikuti Porprov XVI Sumbar.
“Kalau sampai 21 September 2026 anggaran APBD Perubahan belum bisa dicairkan, maka Sawahlunto tidak akan ikut Porprov XVI Sumbar,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Jhon mengusulkan agar jadwal pelaksanaan Porprov XVI Sumbar ditunda. Menurut dia, penundaan akan memberikan kesempatan lebih luas bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan proses pencairan dana secara sesuai ketentuan.
Ia menyarankan agar pelaksanaan Porprov digeser hingga pekan kedua November 2026.
Jhon menilai tambahan waktu tersebut dapat dimanfaatkan seluruh kabupaten dan kota untuk menyelesaikan proses administrasi dana hibah sekaligus memenuhi kebutuhan masing-masing kontingen tanpa melanggar aturan.
Sementara itu, DPRD bersama Pemerintah Kota Sawahlunto telah menyepakati APBD Perubahan pada 31 Agustus 2026. Dokumen tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 3 September 2026 untuk menjalani evaluasi.
Namun, dana hibah untuk KONI belum dapat langsung digunakan karena masih terdapat sejumlah tahapan administrasi dan birokrasi yang harus diselesaikan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Meldi Hidayah Marta, mengatakan proses administrasi keuangan yang cukup panjang turut memengaruhi persiapan pengadaan kebutuhan atlet.
“Kesiapan Sawahlunto untuk mengikuti Porprov XVI Sumbar sangat bergantung pada dana hibah KONI yang telah masuk dalam APBD Perubahan dan disepakati pada 31 Agustus lalu,” ujarnya.
Meldi menjelaskan, setelah dokumen APBD Perubahan disampaikan ke pemerintah provinsi pada 3 September, berkas tersebut masih harus melalui evaluasi secara bertahap.
“Setelah disampaikan ke provinsi pada 3 September, proses evaluasi berjalan secara berjenjang. Mulai dari BPKAD Provinsi, kemudian Kemendagri, setelah itu kembali ke provinsi dan dijadwalkan sampai ke Sawahlunto pada 24 September,” jelasnya.
Setelah seluruh tahapan evaluasi selesai, masih ada pembahasan lanjutan yang melibatkan DPRD dan Gubernur Sumatera Barat hingga diterbitkannya nomor register.
Tahapan berikutnya adalah penerbitan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh pemerintah daerah. Setelah NPHD rampung, dana hibah baru dapat ditransfer kepada KONI untuk selanjutnya digunakan membiayai kebutuhan kontingen Porprov.
“Masih ada pembahasan dengan DPRD dan Gubernur sampai nomor register diterbitkan. Setelah itu barulah NPHD dibuat sehingga dana hibah bisa ditransfer ke KONI dan digunakan untuk kebutuhan Porprov,” pungkasnya.(da*)


