Notification

×

Iklan

Kebakaran Hanguskan Pabrik Kerajinan Kayu di Ngawi

Senin, 14 September 2026 | 10:11 WIB Last Updated 2026-09-14T03:11:00Z

Kebakaran hebat melanda perusahaan eksportir kerajinan kayu jati

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran melanda sebuah perusahaan eksportir kerajinan berbahan kayu jati di Desa Sidowayah, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian besar area pabrik dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar.

Kobaran api diketahui pertama kali muncul di gudang yang digunakan untuk menyimpan kerajinan kayu jati yang telah dikemas dan siap dikirim ke Swedia. Api kemudian dengan cepat menjalar ke sejumlah bagian lain, termasuk area penyimpanan bahan baku serta tempat berlangsungnya proses produksi.

Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh salah seorang pekerja. Bara dari puntung tersebut diduga memicu api hingga akhirnya membesar dan menyambar barang-barang yang berada di dalam gudang.

Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama karena angin bertiup cukup kencang dan ketersediaan air di sekitar lokasi terbatas.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Meski telah dilakukan upaya pemadaman, api telanjur menyebar sehingga hampir seluruh bangunan pabrik mengalami kerusakan akibat terbakar.

Petugas pemadam kebakaran, Joko Kartolo, menyebut kondisi angin yang cukup kuat menjadi salah satu faktor yang membuat api semakin mudah menyebar.

“Kayu banyak kena api karena banyak angin,” ujar Joko saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, pemilik perusahaan, Suwardi, mengatakan kobaran api berkembang dengan cepat karena terbantu hembusan angin. Keterbatasan fasilitas yang tersedia di perusahaan juga membuat upaya penanganan awal tidak berjalan optimal.

“Penyebabnya dari puntung rokok, tahu-tahu api sudah membesar,” kata Suwardi.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka. Kendati demikian, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update