Notification

×

Iklan

Kabut Asap, Belajar dari Rumah di Dharmasraya Diperpanjang

Senin, 14 September 2026 | 23:07 WIB Last Updated 2026-09-14T16:07:00Z

Kondisi langit di Dharmasraya yang tertutup kabut asap.

Dharmasraya, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, kembali memperpanjang pelaksanaan pembelajaran dari rumah bagi siswa jenjang PAUD hingga SMP. Kebijakan tersebut diberlakukan selama dua hari karena kondisi udara di wilayah itu masih terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Boby Perdana Riza, mengatakan pembelajaran jarak jauh diberlakukan pada Senin (14/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026).

“Belajar dari rumah diperpanjang dua hari, yakni Senin 14 September dan Selasa 15 September,” ujar Boby di Pulau Punjung, Senin.

Ia menjelaskan keputusan tersebut tercantum dalam Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya Nomor 400.3/2274/Disdik-2026. Perpanjangan dilakukan karena hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih menunjukkan kondisi udara dalam kategori tidak sehat.

Boby menyebut pelaksanaan pembelajaran dari rumah tetap mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam surat edaran sebelumnya.

Selama kegiatan belajar jarak jauh, sekolah diarahkan memanfaatkan sejumlah sarana pembelajaran daring. Materi, metode, serta kegiatan belajar dapat disesuaikan dengan situasi dan kemampuan masing-masing satuan pendidikan.

Menurutnya, sekolah tetap harus memastikan kegiatan belajar berjalan dengan baik sehingga target pembelajaran tetap tercapai meskipun siswa mengikuti proses belajar dari rumah.

Sekolah juga diminta berkoordinasi dengan orang tua atau wali peserta didik. Hal tersebut diperlukan agar aktivitas belajar siswa selama berada di rumah tetap dapat dipantau.

Di sisi lain, Pemkab Dharmasraya mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, untuk membatasi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Apabila terdapat keperluan yang mengharuskan keluar rumah, masyarakat dianjurkan memakai masker guna mengurangi risiko terpapar asap.

Boby mengatakan keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran setelah 15 September akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara pada hari berikutnya.

“Apakah nanti kembali tatap muka atau tetap belajar dari rumah, akan kami lihat berdasarkan kondisi kualitas udara setelah tanggal 15,” katanya.

Ia menambahkan, imbauan serupa juga diharapkan diterapkan oleh lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama serta satuan pendidikan lain yang tidak berada dalam kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya.

Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Dharmasraya, Ardianus Efendi, menyampaikan bahwa kabut asap yang melanda daerah tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain.

Sejumlah daerah yang diduga menjadi sumber asap antara lain Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Posisi geografis Dharmasraya yang berdekatan dengan wilayah-wilayah tersebut memungkinkan asap terbawa hingga ke daerah itu.

“Kalau titik api di Dharmasraya, saya kira tidak memberikan kontribusi terhadap kabut asap. Apalagi selama dua hari terakhir hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi,” kata Ardianus.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update