Notification

×

Iklan

Daffa Hadaya, Hafiz Tunanetra Wakili Sumbar

Senin, 14 September 2026 | 01:22 WIB Last Updated 2026-09-13T18:22:00Z

Daffa Hadaya akan mengikuti cabang Hafalan Al-Qur’an

Tanah Datar, Rakyatterkini.com — Keterbatasan dalam melihat sejak lahir tak menjadi penghalang bagi Daffa Hadaya untuk mendalami Al-Qur’an. Pelajar MAN 2 Tanah Datar tersebut berhasil menuntaskan hafalan hingga 30 juz dan kembali mendapat kesempatan memperkuat Kafilah Sumatera Barat (Sumbar) dalam MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Pada ajang MTQ Nasional XXXI, Daffa turun di cabang Hafalan Al-Qur’an golongan 20 juz. Ia memilih bersaing di kategori umum, bukan pada golongan khusus bagi peserta tunanetra. Dalam kategori tersebut, peserta akan dinilai dari penguasaan hafalan, tajwid, serta fasahah.

Daffa dilahirkan di Bukittinggi pada 20 Desember 2011 dalam kondisi tidak dapat melihat. Sejak kecil, ia mengandalkan pendengaran, sentuhan, daya ingat, dan pengalaman untuk mengenali lingkungan. Kondisi itu justru tidak menyurutkan semangatnya dalam menuntut ilmu.

“Walaupun sejak lahir saya tidak bisa melihat, saya yakin kalau bersungguh-sungguh pasti bisa,” kata Daffa saat ditemui di Semarang, Minggu (13/9/2026).

Kedekatan Daffa dengan Al-Qur’an telah tumbuh sejak usia dini. Ia pertama kali mengenal bacaan Al-Qur’an dari suara ayat-ayat yang dikumandangkan melalui pengeras suara masjid. Kebiasaan tersebut kemudian mendorongnya untuk mulai menghafal secara perlahan hingga akhirnya mampu menyelesaikan 30 juz.

“Alhamdulillah kalau untuk hafalan sudah 30 juz, tetapi kalau untuk perlombaan saya masih mengikuti 20 juz,” ujarnya.

Keberhasilan Daffa tidak terlepas dari peran kedua orang tuanya, Mulyandri dan Harmayesi. Ayahnya menjabat sebagai Kepala MTsN 3 Mandailing Tanah Datar, sementara ibunya berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris. Keduanya secara konsisten memberikan dukungan, bimbingan, dan motivasi kepada Daffa dalam pendidikan maupun mengembangkan kemampuan tahfiznya.

“Dukungan dari orang tua sangat besar. Mereka selalu mendukung, memberi contoh, sekaligus mengarahkan saya,” tutur Daffa.

Ketekunan yang dijalaninya selama ini menghasilkan berbagai prestasi. Pada 2025, Daffa berhasil menjadi juara pertama MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. Pada tahun yang sama, ia juga meraih juara pertama Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) se-ASEAN.

Dalam Grand Final MHQ se-ASEAN yang diselenggarakan Yayasan Syekh Ali Jaber pada Maret 2025, Daffa mencatatkan prestasi istimewa dengan memperoleh nilai sempurna, yakni 400 poin.

Sebelumnya, ia juga meraih juara kedua nasional kategori MHQ tingkat MTs dalam Madrasah Fest 2023. Prestasi lain yang pernah diraihnya antara lain juara kedua MTQ tingkat Provinsi Sumbar di Solok Selatan serta juara pertama MTQ Kabupaten Tanah Datar di Pariangan pada cabang 15 juz tilawah.

Daffa mulai mengikuti kompetisi MTQ sejak berusia sembilan tahun. Ketika tampil pada MTQ Kabupaten Tanah Datar di Kecamatan Batipuh, ia berhasil meraih juara ketiga kategori nontilawah. Pada MTQ tingkat Provinsi Sumbar di Padang Panjang pada 2021, Daffa memperoleh juara harapan tiga.

Setahun berselang, prestasinya kembali meningkat setelah meraih juara kedua MTQ Kabupaten Tanah Datar pada cabang 1 juz tilawah.

Selain fokus menghafal Al-Qur’an, Daffa juga aktif mempelajari berbagai bidang ilmu. Ia tertarik pada ilmu sosial dan Bahasa Inggris. Di luar kegiatan akademik, ia juga sesekali mengembangkan bakatnya melalui aktivitas bernyanyi.

Menurut Daffa, mempelajari ilmu lain tidak harus mengurangi perhatian terhadap hafalan Al-Qur’an. Dengan tekad dan pengaturan waktu yang baik, keduanya tetap dapat dijalankan secara bersamaan.

“Menurut saya, belajar ilmu lain tidak otomatis membuat hafalan Al-Qur’an hilang, selama kita benar-benar sungguh-sungguh menjaganya,” katanya.

Di masa depan, Daffa ingin menjadi seorang pendakwah sekaligus guru ilmu sosial. Ia berharap pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya dapat berguna serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Keikutsertaan Daffa di MTQ Nasional XXXI Semarang menjadi kesempatan keduanya membela nama Sumbar di tingkat nasional. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi bagian dari Kafilah Sumbar pada MTQ Nasional di Kalimantan Timur.

Meski belum memperoleh hasil sesuai harapan pada ajang sebelumnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Daffa. Ia berharap dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik di Semarang.

“Saya sebelumnya juga pernah tampil mewakili Sumbar di MTQ Nasional Kalimantan Timur, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Mudah-mudahan kali ini saya bisa tampil maksimal,” harapnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update