Notification

×

Iklan

BNPB Catat Karhutla 37,84 Hektare di Dua Provinsi

Minggu, 13 September 2026 | 23:22 WIB Last Updated 2026-09-13T16:22:00Z

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang memadamkan api

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Total area yang terdampak dalam rangkaian kebakaran tersebut mencapai sedikitnya 37,84 hektare.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kebakaran terjadi di Kabupaten Ponorogo dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, serta Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Salah satu kebakaran berlangsung di kawasan Gunung Gede, Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut Berton, api membakar vegetasi berupa daun jati dan rumput ilalang dengan luas sekitar 5 hektare. Tidak ada korban jiwa ataupun laporan mengenai masyarakat yang terdampak akibat kejadian tersebut.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Ponorogo telah turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan asesmen. Sementara itu, penyebab kebakaran masih ditelusuri.

Hingga Sabtu (12/9/2026), situasi di kawasan tersebut dinyatakan aman. Api telah berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap.

Kebakaran lain dilaporkan terjadi di Jalan Patiunus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.

Area yang terbakar merupakan lahan dengan vegetasi alang-alang seluas kurang lebih 2,84 hektare. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke kawasan alang-alang.

Petugas pemadam kebakaran Kota Pasuruan melakukan proses pemadaman hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Sampai Sabtu (12/9/2026), kondisi di lokasi kebakaran Kota Pasuruan juga telah dinyatakan kondusif.

Sementara itu, kejadian karhutla turut melanda Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Jumat (11/9/2026).

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Namun, angka tersebut masih dalam tahap pendataan oleh pihak terkait.

Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus membuat upaya pembatasan agar kobaran api tidak merambat ke wilayah lain. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pembasahan pada area yang telah terbakar untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Hingga Sabtu (12/9), petugas gabungan masih memantau kondisi di sekitar lokasi, termasuk sisa asap, serta melakukan pembasahan pada area yang terdampak.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan BPBD Provinsi Kalimantan Utara, BPBD Kabupaten Bulungan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBPK, KPH Kabupaten Bulungan, unsur Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Kalimantan V, TNI AD, dan Polda Kalimantan Utara.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan metode pembakaran. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Berton juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Jika menemukan titik api atau melihat kejadian kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau pemerintah daerah agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan api tidak meluas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update