Notification

×

Iklan

Udara Pekanbaru Masuk Level Berbahaya

Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:25 WIB Last Updated 2026-08-25T21:54:40Z

Kabut Asap

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Kondisi udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk akibat kabut asap. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat jarak pandang di wilayah tersebut hanya sekitar 2 kilometer, sementara kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan yang diperbarui sejak Senin (24/8) pukul 16.00 WIB.

Selain Pekanbaru, kondisi serupa juga terpantau di sejumlah daerah lainnya. Jarak pandang di Rengat berada di kisaran 2 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang sekitar 5 kilometer dan Tambang sekitar 3 kilometer, yang juga diselimuti asap.

Ranti menjelaskan, kondisi kabut asap turut berdampak terhadap kualitas udara Pekanbaru. Berdasarkan pengukuran konsentrasi partikulat halus atau PM2,5, kualitas udara mulai berada pada kategori berbahaya sejak Selasa dini hari.

Konsentrasi PM2,5 bahkan sempat menyentuh angka 508,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB.

Di sisi lain, jumlah titik panas atau hotspot di kawasan Sumatera pada Senin (24/8) mencapai 2.193 titik. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 1.207 titik. Riau berada di posisi berikutnya dengan 393 titik.

Hotspot juga ditemukan di Jambi sebanyak 262 titik, Lampung 138 titik, Bangka Belitung 77 titik, Kepulauan Riau 57 titik, Bengkulu 19 titik, Sumatera Utara 18 titik, Sumatera Barat 13 titik, serta Aceh sembilan titik.

Untuk wilayah Riau, Pelalawan menjadi kabupaten dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 153 titik. Berikutnya adalah Indragiri Hilir dengan 140 titik.

Hotspot lainnya tersebar di Bengkalis sebanyak 32 titik, Indragiri Hulu 26 titik, Kampar 12 titik, Siak enam titik, Rokan Hulu enam titik, Kepulauan Meranti tiga titik, Pekanbaru tiga titik, dan Kuantan Singingi satu titik.

Aktivitas kebakaran lahan juga masih ditemukan di beberapa wilayah Riau. Pelalawan menjadi daerah dengan luas lahan terbakar paling besar, yang diperkirakan mencapai 700 hektare.

Sementara itu, luas lahan yang terbakar di Indragiri Hulu tercatat sekitar 471 hektare. Adapun kebakaran lahan di Indragiri Hilir dan Kampar masing-masing telah mencapai luasan puluhan hektare.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update