Notification

×

Iklan

Tiga Budaya Solok Selatan Masuk WBTbI, Regenerasi Tari Indang Jadi Perhatian

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24 WIB Last Updated 2026-08-31T12:24:00Z

Tari Indang 

Solsel, Rakyatterkini.com — Tiga warisan budaya asal Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, kini telah tercatat sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Ketiga karya budaya tersebut ialah Saluang Panjang, Pangek Pisang, dan Tari Indang Tagak Beringin Sakti.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai WBTbI pada 2025. Masing-masing tercatat dengan nomor register 472/WB/KB.00.01/2025 untuk Saluang Panjang, 486/WB/KB.00.01/2025 untuk Pangek Pisang, serta 471/WB/KB.00.01/2025 bagi Tari Indang Tagak Beringin Sakti.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah baru menerima sertifikat penetapan tersebut dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan keberadaan budaya lokal agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari tiga warisan budaya itu, Saluang Panjang dan Pangek Pisang dinilai masih cukup dekat dengan kehidupan masyarakat. Pangek Pisang, yang dibuat menggunakan santan dan beragam rempah, masih kerap disajikan dalam berbagai kegiatan adat, acara sosial, maupun pelaksanaan ritual keagamaan.

Sementara itu, Saluang Panjang merupakan alat musik yang dibuat dari bambu. Kesenian tersebut masih menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat di kawasan Sungai Pagu, Muara Labuh, dan daerah sekitarnya.

Berbeda dengan dua warisan tersebut, keberlangsungan Tari Indang Tagak Beringin Sakti menghadapi tantangan yang lebih serius. Salah satu persoalan utamanya adalah keterbatasan generasi penerus yang mampu mempelajari dan memainkan kesenian tradisional tersebut.

Tari Indang Tagak Beringin Sakti merupakan kesenian khas Solok Selatan yang dimainkan oleh kaum laki-laki. Dalam pertunjukannya, penari menggunakan salendang serta indang dengan ukuran yang lebih besar. Keunikan lainnya terletak pada iringan pertunjukan yang tidak mengandalkan musik sebagaimana tari indang pada umumnya.

Suara dalam pertunjukan berasal dari dendangan para pemain yang dipadukan dengan bunyi indang. Karakter tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membedakan Tari Indang Tagak Beringin Sakti dari kesenian sejenis.

Untuk menjaga keberlangsungannya, Pemkab Solok Selatan menyiapkan sejumlah langkah pelestarian. Upaya tersebut mencakup pendataan, dokumentasi, pelatihan, penyelenggaraan festival, penelitian budaya, serta melibatkan pelajar, sanggar seni dan kelompok pemuda.

Pemerintah daerah berharap pencatatan sebagai WBTbI tidak hanya menjadi sebuah penghargaan atau pengakuan di tingkat nasional. Lebih dari itu, status tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat upaya pelestarian sehingga warisan budaya Solok Selatan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update