Notification

×

Iklan

Sumbar Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:10 WIB Last Updated 2026-08-30T04:10:00Z

740 Ribu UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Sumbar

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menciptakan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing hingga tingkat internasional.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebut sektor UMKM memiliki peran besar dalam menopang perekonomian daerah. Saat ini tercatat sebanyak 740.357 unit UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Sumbar.

Menurut Mahyeldi, besarnya jumlah pelaku UMKM menunjukkan bahwa sektor tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Bahkan, lebih dari separuh penduduk Sumatera Barat menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor UMKM.

“Lebih daripada setengah penduduk Sumatera Barat bergerak di sektor UMKM. Inilah kekuatan Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi saat menghadiri Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCEF) 2026 di Hotel Pangeran Padang, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai pengembangan UMKM ke depan harus diarahkan pada peningkatan kualitas dan nilai ekonomi produk. Pemanfaatan teknologi digital, pembenahan kemasan, hilirisasi, kemudahan memperoleh pembiayaan, serta penguatan sertifikasi menjadi sejumlah langkah penting untuk memperluas pasar.

Selain itu, potensi ekonomi kreatif Sumbar dinilai sangat besar karena didukung beragam kekayaan lokal. Produk kuliner, fesyen muslim, tenun, songket, kerajinan, seni, hingga budaya Minangkabau memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas dengan nilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengungkapkan bahwa sejumlah UMKM asal Sumbar telah berhasil menjangkau konsumen di luar negeri, termasuk Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat.

Bank Indonesia, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, kegiatan promosi, pengembangan sistem pembayaran, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Di sisi lain, Mahyeldi menekankan bahwa pertumbuhan UMKM juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang baik. Gangguan akses transportasi, seperti yang pernah terjadi di kawasan Lembah Anai akibat bencana, dapat berdampak langsung terhadap distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, menurutnya, penguatan konektivitas menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat perekonomian Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update