Notification

×

Iklan

Ratusan Mahasiswa Tempuh 15 Jam Demi Mengabdi di Pelosok Solok

Senin, 03 Agustus 2026 | 16:18 WIB Last Updated 2026-08-03T10:09:57Z

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia (AMS)

Solok, Rakyatterkini.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia (AMS) menempuh perjalanan selama hampir 15 jam untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk AMS Mengabdi 6 di Jorong Tigo Jangko, Nagari Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. 

Wilayah tersebut dikenal memiliki akses yang sulit dijangkau karena kondisi jalan yang masih terbatas.

AMS merupakan organisasi yang menghimpun mahasiswa asal Solok yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Rombongan berangkat sejak pukul 04.00 WIB dan harus melewati sejumlah kabupaten serta kota sebelum mencapai kawasan pedalaman.

Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Setelah menempuh jalur darat, peserta harus menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda karena kondisi jalan yang curam, berbatu, dan berlumpur. 

Di beberapa titik, mereka bahkan terpaksa berjalan kaki lantaran kendaraan tidak dapat melintas. Ketika hujan turun, akses menuju Jorong Tigo Jangko menjadi semakin sulit dilewati.

Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat para mahasiswa untuk mengabdi tetap tinggi. Selama periode 25 hingga 31 Juli 2026, mereka menjalankan beragam kegiatan yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Di sektor pendidikan, AMS menggelar program AMS Mengajar, Festival Cerya, serta membangun Rumah Cerya (Cerdas dan Berbudaya) yang diharapkan menjadi pusat belajar bagi anak-anak setempat. 

Sementara di bidang kesehatan, panitia mengadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan pencegahan malnutrisi, edukasi mencuci tangan menggunakan sabun, hingga kegiatan Sigiber atau Sikat Gigi Bersama.

Selain itu, berbagai kegiatan sosial juga dilaksanakan, seperti penyusunan peta wilayah Jorong Tigo Jangko, program Maghrib Mengaji beserta festivalnya, Nutri Kreasi, serta sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Ketua Pelaksana AMS Mengabdi 6, Desri Maharani Eka Putri, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan meski kegiatan telah selesai.

Menurutnya, AMS Mengabdi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi upaya nyata untuk menghadirkan program yang bisa dilanjutkan bersama masyarakat setelah para mahasiswa kembali ke daerah asal masing-masing.

Tak hanya menjalankan program sosial, AMS juga menampung berbagai aspirasi warga, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kendala utama bagi akses pendidikan, pelayanan kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen, sebelum kegiatan berlangsung AMS telah melakukan audiensi dan menyampaikan surat resmi kepada Bupati Solok serta Wakil Bupati Solok guna mendorong percepatan pembangunan jalan menuju Jorong Tigo Jangko.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Ketua Umum AMS, Anggra Islami Dasya, saat penutupan kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Solok beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Solok. 

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa program pengabdian, tetapi juga amanah masyarakat agar persoalan akses jalan mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, masyarakat Tigo Jangko sudah sepatutnya menikmati pembangunan yang merata melalui tersedianya akses jalan yang layak, sehingga wilayah tersebut tidak lagi tertinggal dari daerah lain.

Dalam kegiatan itu, AMS juga menyerahkan Peta Wilayah Jorong Tigo Jangko kepada Pemerintah Jorong. Dokumen tersebut disusun selama pelaksanaan pengabdian dan ditandatangani secara simbolis oleh Ketua Umum AMS, Kepala Jorong Tigo Jangko, serta Wakil Bupati Solok sebagai bentuk sinergi dalam mendukung perencanaan pembangunan wilayah.

Wakil Bupati Solok memberikan apresiasi atas konsistensi Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia yang terus menghadirkan program pengabdian di kawasan pelosok. 

Ia menilai kepedulian mahasiswa terhadap daerah tidak hanya diwujudkan melalui gagasan, tetapi juga aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selama sepekan pelaksanaan AMS Mengabdi 6, warga Jorong Tigo Jangko turut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Mulai dari menyiapkan lokasi, membantu pelaksanaan program, hingga bergotong royong menyukseskan acara penutupan. 

Kebersamaan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update