Notification

×

Iklan

Rangkayo Minang Gelar Seminar Internasional di Jakarta

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:47 WIB Last Updated 2026-08-31T07:47:00Z

Seminar Internasional Bahas Warisan Minangkabau

Jakarta, Rakyatterkini.com — Rangkayo Minang Indonesia mengakhiri rangkaian dua seminar internasional di Jakarta dengan membawa pesan penting bahwa kebudayaan tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu. Sebaliknya, nilai-nilai budaya dapat menjadi sumber pemikiran dan inspirasi untuk merancang masa depan.

Di bawah kepemimpinan Ketua Rangkayo Minang Indonesia, Dr. Susilawati, dua forum yang digelar pada 26 dan 27 Agustus 2026 itu menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan tentang sejarah, Islam, kepemimpinan, kebudayaan, serta wawasan kebangsaan. Diskusi tersebut melibatkan peserta dari berbagai generasi dan latar belakang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna M.H. Thamrin, Balai Kota DKI Jakarta. Sejumlah tokoh nasional, akademisi, pemuka agama, pejabat pemerintahan, unsur militer, budayawan hingga kalangan muda hadir dalam forum tersebut.

Keterlibatan berbagai unsur itu menunjukkan bahwa warisan Minangkabau memiliki ruang yang lebih luas untuk dikaji. Budaya Minangkabau tidak hanya berkaitan dengan identitas etnis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari diskusi mengenai perjalanan, perkembangan, dan masa depan Indonesia dalam konteks global.

Seminar pertama dilaksanakan pada Rabu lalu, dengan mengangkat tema “Jalur Sutra Maritim dan Peradaban Islam di Nusantara”. Forum internasional tersebut sekaligus mengusung tema “Memperingati 400 Tahun Warisan Syech Yusuf Al-Makassari.”

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu, Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, menjadi salah satu tokoh utama yang dijadwalkan hadir. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sesi juga melibatkan Prof. Dr. Ismunandar, akademisi dan guru besar kimia asal Indonesia yang pernah dipercaya sebagai Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO di Paris, Prancis.

Sejumlah tokoh dari berbagai bidang turut memberikan pandangan dalam seminar. Di antaranya Rektor Universitas YARSI Prof. Fasli Jalal, perwakilan Kementerian Agama Dr. K.H. Muchlis M. Hanafi, perwakilan Kementerian Kebudayaan Endah Budi Heryani, serta Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah.

Pandangan dari ranah akademik dan kebudayaan juga disampaikan Prof. H. Fauzi Bahar, Prof. Yusuf Liu Baojun, Prof. Erwiza Erman, dan Roni Tabroni. Jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Jef. Rizal Sofyan Guedi sebagai moderator.

Melalui forum tersebut, Rangkayo Minang Indonesia menegaskan pentingnya membuka kembali pembacaan terhadap warisan sejarah dan kebudayaan agar tidak sekadar menjadi memori kolektif,  Warisan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi sumber pengetahuan, gagasan, serta kontribusi bagi kehidupan kebangsaan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update