Notification

×

Iklan

Polresta Padang Ekshumasi Makam Siswi Korban Dugaan Perundungan

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:27 WIB Last Updated 2026-08-03T22:27:00Z

Polisi Bongkar Makam untuk Ungkap Penyebab Pasti

Padang, Rakyatterkini.com - Polresta Padang melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap seorang siswi sekolah dasar berinisial NH (10) pada Senin (3/8). Tindakan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan atas laporan dugaan perundungan yang diduga dialami korban sebelum meninggal dunia.

Proses ekshumasi berlangsung di area pemakaman meski hujan terus mengguyur. Tim gabungan yang terdiri dari penyidik kepolisian, dokter forensik, serta personel pendukung tetap menjalankan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

Untuk menjaga kelancaran proses identifikasi dan pemeriksaan jenazah, petugas mendirikan tenda di sekitar lokasi pemakaman. Sementara itu, personel kepolisian lainnya disiagakan untuk mengamankan area selama kegiatan berlangsung.

Di lokasi juga terlihat ambulans milik Masjid Muhammadan bersama kendaraan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Barat yang disiapkan sebagai pendukung pelaksanaan ekshumasi.

Langkah tersebut diambil setelah pihak keluarga NH melaporkan dugaan perundungan yang disebut dialami korban ketika masih bersekolah di SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti penyidik dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan pihak terkait.

Kepala Seksi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofianto, menjelaskan bahwa ekshumasi dilakukan untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian korban melalui pemeriksaan medis forensik.

Menurutnya, hasil autopsi forensik akan menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyidikan sehingga penyebab meninggalnya korban dapat diketahui secara ilmiah.

Polresta Padang juga menegaskan bahwa seluruh tahapan penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan metode ilmiah agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum.

Pihak keluarga berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab kematian NH secara jelas sehingga memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan.

Perkara ini menyita perhatian publik karena berkaitan dengan dugaan perundungan di lingkungan sekolah. Masyarakat berharap hasil penyelidikan nantinya tidak hanya memberikan kejelasan atas kasus tersebut, tetapi juga menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga proses ekshumasi selesai, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi dan menunggu keterangan resmi yang akan disampaikan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update