Notification

×

Iklan

Perumda Padang Imbau Warga Hemat Air

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:23 WIB Last Updated 2026-08-05T00:20:58Z

Salah satu wilayah Intake Perumda AM Kota Padang terdampak banjir diperbaiki darurat

Padang, Rakyatterkini.com  - Warga di sejumlah wilayah Kota Padang diimbau segera menyiapkan cadangan air bersih dan menggunakan air secara bijak menyusul terganggunya distribusi air dari Perumda Air Minum Kota Padang. 

Gangguan tersebut terjadi akibat penurunan tekanan hingga penghentian sementara aliran air di beberapa kawasan setelah material banjir menutup sejumlah intake atau titik pengambilan air baku.

Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, meminta pelanggan yang masih menerima aliran air, meski dengan tekanan rendah, agar segera menampung air untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat juga diharapkan menghemat penggunaan air karena kondisi distribusi masih belum stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Gangguan ini dipicu hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026). Banjir membawa material seperti batu, pasir, kayu, dan lumpur yang menutupi saluran masuk air baku menuju instalasi pengolahan, sehingga proses produksi air bersih terhenti di beberapa lokasi.

Perumda Air Minum mencatat wilayah yang terdampak berbeda-beda sesuai lokasi intake. Intake GUO memengaruhi kawasan Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I dan II. Sementara itu, Intake Palukahan berdampak pada sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Padang Utara.

Gangguan juga terjadi pada Intake Gunung Pangilun yang melayani kawasan pusat kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian Padang Sarai. Sedangkan Intake Latung memengaruhi distribusi air di sebagian Kecamatan Koto Tangah, Padang Utara, dan Kuranji.

Sejak Selasa (4/8/2026) pagi, tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang telah diterjunkan ke seluruh lokasi terdampak untuk membersihkan material yang menyumbat saluran intake. Pekerjaan difokuskan pada pengangkatan batu, pasir, kayu, dan lumpur agar aliran air baku kembali masuk ke instalasi pengolahan.

Adhie menjelaskan proses pemulihan distribusi akan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pembersihan di lapangan. Pihaknya terus berupaya mempercepat normalisasi agar pasokan air bersih kepada pelanggan dapat kembali berjalan seperti biasa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update