Notification

×

Iklan

Pemakaman Pria 300 Kg di Sragen Pakai Vertical Rescue

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:47 WIB Last Updated 2026-08-04T21:47:00Z

Pemakaman pria obesitas di Kabupaten Sragen melibatkan puluhan personel gabungan

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Proses pemakaman Isnani (39), warga Kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, Kabupaten Sragen, berlangsung dengan penuh tantangan pada Selasa (4/8/2026). Pria yang memiliki berat badan hampir mencapai 300 kilogram itu harus dimakamkan dengan bantuan metode khusus untuk memastikan keselamatan petugas.

Sebanyak 35 personel gabungan diterjunkan untuk menangani proses pemakaman dengan menggunakan teknik vertical rescue atau sistem evakuasi berbasis tali yang biasa digunakan dalam kondisi medan sulit.

Jenazah Isnani akhirnya dimakamkan di TPU Mbah Balak, Desa Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, sekitar pukul 17.23 WIB. Proses memasukkan jenazah ke liang lahat membutuhkan perlengkapan tambahan karena ukuran dan berat jenazah tidak memungkinkan dilakukan dengan cara biasa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Triyono Putro, mengatakan tim yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, SAR Himalawu, petugas pemadam kebakaran, PMI, Sukarelawan Sukapura Sragen, hingga sejumlah relawan lainnya.

Menurut Triyono, persiapan teknis sebelum proses pemakaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas harus memasang perangkat pendukung, membangun sistem vertical rescue, serta melakukan penyesuaian terhadap ukuran liang lahat agar proses berjalan aman.

"Tim membutuhkan waktu persiapan sekitar dua jam, mulai dari pemasangan peralatan hingga memastikan kondisi liang lahat sesuai dengan kebutuhan sebelum jenazah diturunkan," kata Triyono.

Tahapan penurunan jenazah ke dalam liang lahat berlangsung sekitar 20 menit. Seluruh personel yang menjalankan teknik tersebut merupakan petugas yang memiliki kemampuan khusus dan sertifikasi, sehingga pelaksanaan tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

BPBD Sragen menyebut penggunaan metode vertical rescue dalam proses pemakaman ini menjadi kejadian pertama yang dilakukan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Isnani sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen setelah dievakuasi dari rumahnya karena mengalami sesak napas dan penurunan kondisi kesehatan akibat obesitas.

Meski telah menjalani perawatan di ruang ICU, kondisi Isnani terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada Selasa siang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update