Notification

×

Iklan

Payakumbuh Perkuat Pendidikan PAUD

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:53 WIB Last Updated 2026-08-24T01:53:00Z

Gebyar PAUD se-Kota Payakumbuh yang berlangsung di halaman Balaikota Payakumbuh

Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Payakumbuh terus meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi Wajib Belajar 13 Tahun. Pemerintah mendorong agar setiap anak memperoleh pendidikan prasekolah sebelum melanjutkan ke tingkat Sekolah Dasar (SD).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Gebyar PAUD se-Kota Payakumbuh yang digelar di halaman Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (22/8/2026). Acara tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung meriah dengan jumlah peserta yang mencapai hampir 9.000 orang. Peserta terdiri atas 3.280 anak PAUD, 173 tenaga pendidik, serta orang tua dan masyarakat.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Sekretaris Daerah Rida Ananda mengatakan, usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Pada masa tersebut, kemampuan sosial, kemandirian, serta kesiapan anak untuk memasuki pendidikan dasar mulai berkembang.

Menurut Rida, anak membutuhkan kasih sayang, perlindungan, pemenuhan hak, serta dukungan yang berkesinambungan agar potensi mereka dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama oleh pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga.

Rida juga menegaskan bahwa penguatan PAUD tidak hanya berkaitan dengan memperluas akses pendidikan. Lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung proses tumbuh kembang anak juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Ia mengingatkan orang tua untuk mengawasi dan membatasi penggunaan gawai oleh anak. Pemakaian perangkat digital secara berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko anak terpapar konten yang tidak sesuai, termasuk perundungan di dunia maya, sekaligus mengurangi kesempatan mereka berinteraksi secara langsung.

“Anak perlu memiliki waktu yang cukup untuk bermain, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya agar proses tumbuh kembang berlangsung secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, menyebut pendidikan prasekolah sebagai salah satu hak dasar anak sekaligus bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.

Ia mendorong organisasi dan kelompok yang bergerak di bidang PAUD, seperti HIMPAUDI, IGTKI-PGRI, PKG PAUD, serta Gugus PAUD, untuk terus membangun kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses seluruh anak tanpa terkecuali.

“Kami ingin memastikan seluruh anak di Payakumbuh memperoleh kesempatan mengikuti PAUD sebelum masuk SD. Pemenuhan kebutuhan anak, mulai dari kesehatan, asupan gizi yang seimbang hingga upaya pencegahan stunting, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” kata Eni.

Ketua Pelaksana Gebyar PAUD, Elfriza Zaharman, mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan konsep edukatif sekaligus menghibur. Sejumlah aktivitas melibatkan anak, guru, orang tua, dan masyarakat, di antaranya jalan santai, senam bersama, penampilan bakat anak PAUD, serta perlombaan tarik tambang yang diikuti guru dan orang tua.

Elfriza menuturkan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membantu membangun keberanian, kreativitas, serta semangat nasionalisme anak sejak usia dini.

Di sisi lain, keikutsertaan orang tua dalam berbagai kegiatan juga dinilai dapat memperkuat hubungan dan kerja sama antara keluarga dengan lembaga pendidikan dalam mendukung perkembangan anak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update