Notification

×

Iklan

Muktamar NU Memanas, Massa Gus Yusuf Terobos Barikade

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:49 WIB Last Updated 2026-08-30T13:49:00Z

Pendukung Gus Yusuf terlibat aksi saling dorong dengan petugas

Jakarta, Rakyatterkini.com — Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diwarnai ketegangan pada Minggu (30/8/2026). Ratusan massa yang menyatakan dukungan kepada bakal calon Ketua Umum PBNU, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, berusaha menerobos masuk ke area utama muktamar.

Situasi semakin panas ketika petugas keamanan berupaya membendung massa agar tidak memasuki kawasan steril yang digunakan untuk pelaksanaan sidang pleno. Aksi tersebut kemudian diwarnai saling dorong hingga terjadi benturan fisik antara massa dan petugas.

Sebelumnya, para pendukung Gus Yusuf berada di luar barikade yang dijaga personel Banser dan Pagar Nusa. Namun, tekanan dari massa yang jumlahnya mencapai ratusan orang membuat barikade pengamanan akhirnya jebol.

Setelah berhasil melewati pagar pertama, massa bergerak menuju gedung utama tempat sidang berlangsung. Ketegangan kembali terjadi dan sempat muncul aksi kontak fisik antara petugas keamanan internal dengan sejumlah peserta aksi.

Massa mengaku ingin masuk ke ruang persidangan untuk memprotes sekaligus menghentikan proses pembahasan yang mereka nilai tidak berjalan secara adil dan sarat kepentingan.

Kekecewaan tersebut berkaitan dengan keputusan pimpinan sidang yang dianggap merugikan Gus Yusuf. Tokoh yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah itu mendapat dukungan dari sejumlah massa untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Salah satu juru bicara aksi menyebutkan bahwa dalam sidang pleno pada malam sebelumnya telah disepakati ketentuan mengenai pencalonan, termasuk tidak adanya pembatasan jeda politik bagi tokoh yang ingin maju sebagai calon ketua umum.

Namun, menurut massa, ketentuan tersebut berubah pada Minggu pagi. Mereka menilai perubahan itu dilakukan secara tiba-tiba oleh pimpinan sidang tanpa kesepakatan bersama.

Massa menilai perubahan aturan tersebut dapat berdampak langsung terhadap peluang Gus Yusuf untuk mengikuti tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU. Mereka khawatir pencalonannya justru gugur akibat aturan yang baru diberlakukan.

Dalam aksi tersebut, para pendukung Gus Yusuf juga menyampaikan tuntutan agar Ketua Panitia Muktamar, Gus Ipul, dan pimpinan sidang Muktamar, M Nuh, dicopot dari posisinya. Mereka meminta kedua pihak memberikan penjelasan secara langsung terkait keputusan yang dipersoalkan.

Menjelang sore, kondisi di sekitar lokasi muktamar berangsur kembali tenang. Massa kemudian meninggalkan lokasi dengan tertib.

Meski demikian, para pendukung Gus Yusuf memperingatkan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila keputusan pimpinan sidang tetap dipertahankan. Mereka menilai proses penetapan calon Ketua Umum PBNU harus dilakukan secara transparan dan tidak mengabaikan prinsip demokrasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update