Notification

×

Iklan

Karhutla, Jalur Semeru Ditutup Total

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:22 WIB Last Updated 2026-08-27T19:22:47Z

Kebakaran Gunung Semeru terjadi di kawasan Ranu Kembar, Lumajang. 

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Kondisi tersebut membuat jalur pendakian menuju Gunung Semeru ditutup sementara secara total. Sekitar 170 pendaki yang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo juga diminta segera turun demi keselamatan.

Kebakaran diketahui terjadi di Blok Ranu Kembar, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, sejak Kamis (27/8/2026) dini hari. Titik api berada di kawasan tebing yang terletak di atas Ranu Kumbolo, lokasi yang biasa menjadi tempat beristirahat para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Upaya pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di medan yang terjal. Petugas belum bisa menjangkau titik api melalui akses darat secara langsung lantaran kawasan tersebut memiliki akses yang terbatas dan membutuhkan perjalanan cukup panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Is Nugroho, menyebut sekitar 170 pendaki masih berada di Ranu Kumbolo. Mereka telah mendapatkan imbauan untuk meninggalkan kawasan tersebut.

"Memang ada pendaki sekitar 170 orang yang masih berada di Ranu Kumbolo dan sudah diminta turun," ujar Is.

Ia menjelaskan, titik kebakaran berada di kawasan Ranu Kembar yang posisinya berada lebih tinggi dari Ranu Kumbolo. Petugas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk mencapai lokasi jika melalui jalur darat.

"Ada laporan api terdeteksi di Ranu Kembar, di atasnya Ranu Kumbolo masih wilayah Lumajang. Untuk pemadaman butuh jalan darat sekitar 5 jam, lokasinya curam dan ada di lereng," katanya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak TNBTS telah menerbitkan surat keputusan mengenai penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk melindungi pendaki dari potensi bahaya kebakaran, mengingat lokasi api masih berada di sekitar kawasan yang berkaitan dengan aktivitas pendakian.

Sampai saat ini, penanganan api belum bisa dilakukan secara optimal karena titik kebakaran berada di luar jalur pendakian dan sulit diakses. TNBTS terus berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk memperkuat penanganan, termasuk mempertimbangkan opsi pemadaman menggunakan metode water bombing.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update