Notification

×

Iklan

Kabut Asap, Siswa Palangka Raya Belajar dari Rumah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:48 WIB Last Updated 2026-08-28T23:02:40Z

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla0 di Kota Palangka raya

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh peserta didik mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kebijakan tersebut dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sebagai langkah antisipasi terhadap memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tebal yang ditimbulkan karhutla dinilai berisiko terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan anak-anak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menunjukkan, kebakaran hutan dan lahan telah menghanguskan sekitar 475 hektare yang tersebar di empat wilayah kecamatan.

Meluasnya kebakaran turut menyebabkan kabut asap semakin pekat. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah jalan utama Kota Palangka Raya, termasuk Jalan Yos Sudarso, pada Jumat (28/8/2026) pagi.

Kabut asap yang tebal membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan merasa terganggu. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih hingga sesak ketika harus berkendara di tengah kondisi tersebut.

“Pagi ini asapnya terasa lebih tebal dari hari sebelumnya. Mata perih dan dada juga terasa sesak saat berkendara,” ujar Fitri, seorang warga.

Kekhawatiran serupa disampaikan Jesika. Ia berharap kebakaran segera dapat dikendalikan agar anak-anak tidak terus-menerus terpapar udara yang tidak sehat.

“Semoga api segera bisa dipadamkan. Kasihan anak-anak jika harus menghirup udara seperti ini setiap hari,” katanya.

Memburuknya kondisi udara juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan, pelaksanaan PJJ diberlakukan selama tiga hari, mulai 28 hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.

Dalam pelaksanaannya, guru menyampaikan materi, memberikan tugas, serta melakukan proses belajar mengajar melalui sejumlah platform digital, di antaranya Zoom Meeting dan Google Classroom.

Salah satu sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut adalah SDN 1 Menteng Palangka Raya. Pihak sekolah memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan meski siswa tidak datang ke sekolah.

“PJJ kami laksanakan mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan. Tujuannya agar anak-anak terlindungi dari paparan kabut asap. Para guru tetap memberikan materi dari sekolah melalui pembelajaran daring,” kata Wakil Kepala SDN 1 Menteng Palangka Raya, Defri.

Di tengah kondisi tersebut, upaya penanganan karhutla terus dilakukan. Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, serta para relawan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Pemadaman melalui jalur darat terus diperkuat untuk menghambat penyebaran api menuju kawasan permukiman. Upaya tersebut sekaligus dilakukan untuk mengurangi kepulan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update