Padang, Rakyatterkini.com – Jembatan darurat Bailey di kawasan Simpang Empat Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, dilaporkan mengalami penurunan dan kemiringan pada Selasa (4/8). Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan.
Jembatan Bailey selama ini difungsikan sebagai akses sementara selama proses rehabilitasi jembatan utama di kawasan Bungus. Namun, perubahan kondisi konstruksi membuat pengguna jalan diminta lebih berhati-hati ketika melintasi lokasi tersebut.
Informasi mengenai kemiringan jembatan pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan bagian jembatan tampak miring, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan para pengendara.
Kondisi itu juga dikhawatirkan berdampak terhadap kendaraan bertonase besar. Apabila kerusakan semakin parah, kendaraan berat kemungkinan akan dibatasi atau bahkan dilarang melintas demi menghindari risiko kecelakaan.
Pembatasan tersebut berpotensi memicu kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Padang–Painan, terutama pada jam-jam sibuk saat volume kendaraan meningkat.
Sejumlah petugas dari instansi terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tingkat keamanan konstruksi sekaligus menentukan tindakan perbaikan yang diperlukan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih waspada saat melewati jembatan darurat tersebut.
Ia meminta pengendara mengurangi kecepatan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menjaga jarak aman antar kendaraan selama melintasi jembatan.
Selain itu, pengemudi kendaraan bertonase besar juga diminta mengikuti seluruh aturan dan pembatasan yang diberlakukan demi menjaga keselamatan bersama dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Menurut AKP Riwal, Satlantas Polresta Padang terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi jembatan. Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan apabila situasi di lapangan mengharuskannya.
Jika hasil evaluasi menunjukkan jembatan tidak lagi aman digunakan, pihak kepolisian membuka kemungkinan melakukan pengalihan arus maupun pembatasan kendaraan berat hingga proses perbaikan selesai.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Kabupaten Pesisir Selatan maupun ke Kota Padang diimbau memperkirakan waktu tempuh lebih awal karena arus kendaraan di sekitar lokasi berpotensi mengalami perlambatan.
Pengguna jalan juga diminta mengikuti informasi resmi dari kepolisian dan instansi berwenang mengenai perkembangan kondisi jembatan agar perjalanan tetap aman dan lancar. Pemerintah bersama aparat kepolisian serta instansi teknis diharapkan dapat segera menyelesaikan penanganan jembatan darurat tersebut sehingga akses utama Padang–Pesisir Selatan kembali dapat digunakan secara normal.(da*)


