Pariaman, Rakyatterkini.com – Kota Pariaman belum mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) hingga semester pertama 2026. Berdasarkan laporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat, nilai investasi asing di Pariaman masih berada di angka Rp0.
Pariaman termasuk tiga daerah di Sumatera Barat yang belum menerima investasi dari investor asing. Dua daerah lainnya adalah Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto.
Sementara itu, total realisasi investasi di Sumatera Barat sepanjang semester I 2026 mencapai Rp7,59 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi Penanaman Modal Asing tercatat sebesar Rp2,89 triliun.
Kondisi tersebut juga dibenarkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSPNaker) Kota Pariaman. Hingga pertengahan 2026, belum terdapat investor asing yang merealisasikan penanaman modal di daerah tersebut.
Penata Kelola Penanaman Modal DPMTSPNaker Kota Pariaman, Yolfit Hendry Annur, mengatakan kondisi investasi asing di Pariaman memang masih nihil.
“Untuk Kota Pariaman memang belum ada PMA yang masuk. Sampai sekarang nilainya masih nol,” kata Yolfit, Jumat (28/8/2026).
Menurut Yolfit, salah satu kendala Pariaman dalam menarik investasi asing adalah keterbatasan sumber daya alam (SDA). Kondisi tersebut menjadi salah satu pembeda dengan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat yang telah mampu menarik investor dari luar negeri.
Potensi pariwisata yang menjadi salah satu sektor andalan Pariaman juga masih menghadapi sejumlah hambatan. Ketersediaan lahan yang terbatas serta minimnya fasilitas pendukung, termasuk hotel berbintang di kawasan objek wisata, dinilai turut memengaruhi minat investor asing.
Untuk investasi dalam negeri atau PMDN, Pariaman juga belum memperoleh investasi baru dalam skala besar selama semester pertama tahun ini. Nilai investasi yang masuk sejauh ini lebih banyak berasal dari pengembangan usaha yang telah beroperasi, terutama di bidang properti dan kesehatan.
Meski belum ada investasi asing, capaian investasi dalam negeri Pariaman menunjukkan perkembangan positif. Dari target PMDN semester I 2026 sebesar Rp60 miliar, realisasi yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp58 miliar.(da*)


