Notification

×

Iklan

Hujan Deras Rusak Irigasi Lubuk Kilangan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:19 WIB Last Updated 2026-08-29T19:19:00Z

Tiga alat berat diterjunkan atasi pendangkalan sungai dan irigasi jebol

Padang, Rakyatterkini.com  – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada sejumlah infrastruktur umum. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah jaringan irigasi yang menjadi penunjang aktivitas pertanian dan perikanan masyarakat.

Cuaca ekstrem tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada bangunan lama eks SDN 19 Baringin, tetapi juga memicu penumpukan material sedimentasi dan kerusakan pada saluran irigasi.

Jaringan pengairan tersebut memiliki peran penting karena memasok air ke lahan persawahan serta kolam perikanan warga di sejumlah wilayah, di antaranya Batu Gadang, Lubuk Sarik, Padang Besi, Baringin, dan Tarantang.

Kerusakan irigasi dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Lubuk Kilangan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk mempercepat penanganan.

Upaya normalisasi dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang. Fokus penanganan diarahkan pada pembersihan aliran sungai dari material lumpur dan sedimentasi yang menyebabkan aliran air terganggu.

Sebanyak tiga unit ekskavator dikerahkan untuk mendukung proses pengerjaan di lapangan. Dua unit berasal dari Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat, sedangkan satu unit lainnya disediakan oleh Dinas PU Kota Padang.

Alat berat tersebut digunakan untuk mempercepat pengerukan sedimentasi sekaligus membuka kembali aliran sungai yang mengalami penyumbatan. Dengan langkah tersebut, fungsi jaringan pengairan diharapkan dapat segera kembali seperti semula.

Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska Usman, mengatakan penanganan dampak hujan deras dapat dilakukan lebih cepat berkat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, unsur RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat turut terlibat dalam mengawal proses penanganan dan bergotong royong menghadapi dampak cuaca ekstrem.

"Kami bersama RT, RW, LPM serta tokoh masyarakat terus berkoordinasi dan bergotong royong dalam mengawal upaya penanganan dampak hujan lebat ini. Sinergi antara masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Padang, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat penting agar normalisasi sungai dapat segera terlaksana dan fungsi irigasi untuk sawah maupun perikanan masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik," kata Nurul.

Selain memulihkan fungsi irigasi, normalisasi aliran sungai diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi potensi banjir apabila hujan deras kembali terjadi. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian dan perikanan warga.

Pemerintah Kecamatan Lubuk Kilangan menargetkan pengerukan dapat diselesaikan dalam waktu secepat mungkin. Setelah aliran sungai kembali lancar dan debit air normal, jaringan irigasi diharapkan dapat beroperasi secara maksimal sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update