Notification

×

Iklan

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Abu Vulkanis Membubung 800 Meter

Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:29 WIB Last Updated 2026-08-30T03:29:00Z

Gunung Ile Lewotolok

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (29/8/2026) siang. Aktivitas vulkanik tersebut menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 800 meter dari puncak gunung.

Erupsi tercatat terjadi pada pukul 13.28 WITA. Berdasarkan hasil pemantauan, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal bergerak ke arah barat hingga barat laut.

Aktivitas letusan tersebut terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 46 detik.

Petugas Pengamatan Gunung Api, Stanislaus Ara Kian, menyampaikan bahwa material abu vulkanis terlihat keluar dari kawah dan membumbung hingga ketinggian sekitar 2.223 meter di atas permukaan laut.

Badan Geologi melalui laporan resminya menyebutkan erupsi terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 13.28 WITA. Tinggi kolom letusan yang teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak Gunung Ile Lewotolok.

Seiring meningkatnya aktivitas gunung api tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta tetap waspada serta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan. Pendaki maupun pengunjung dilarang mendekati kawasan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Pembatasan aktivitas juga diberlakukan pada sektor selatan dan tenggara dengan jarak hingga 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Badan Geologi mengingatkan adanya kemungkinan guguran material vulkanis, longsoran lava, hingga awan panas. Potensi bahaya tersebut perlu diwaspadai, khususnya di sektor selatan dan tenggara, barat, serta timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Warga yang tinggal di sekitar kawasan gunung juga diminta mengantisipasi dampak abu vulkanis. Penggunaan masker untuk melindungi hidung dan mulut dianjurkan, disertai perlindungan bagi mata dan kulit apabila terjadi hujan abu.

Selain itu, tempat penyimpanan air bersih sebaiknya ditutup rapat untuk mencegah masuknya abu vulkanis. Upaya tersebut penting dilakukan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama masalah pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update