Notification

×

Iklan

Gema, Musisi Muda Sumbar Mulai Bersinar

Senin, 31 Agustus 2026 | 01:34 WIB Last Updated 2026-08-30T18:34:00Z

Gema Bawa Semangat Baru Musisi Muda Sumatera Barat

Padang, Rakyatterkini.com – Ketertarikan Gema terhadap dunia musik mulai tumbuh ketika dirinya masih duduk di bangku SMA. Berawal dari kebiasaannya melihat teman bernyanyi sambil memainkan gitar, ia kemudian tertarik untuk ikut mempelajari alat musik tersebut.

Gema mengaku pada awalnya hanya ikut bernyanyi bersama teman-temannya tanpa mengetahui cara memainkan gitar. Rasa penasaran akhirnya mendorongnya untuk belajar secara langsung dari teman.

“Awalnya dengar teman nyanyi dan main gitar, terus sering nyanyi dengan mereka tapi masih belum tahu main gitarnya. Jadi akhirnya belajar sama teman selama tiga bulan dan baru lancar sekitar satu tahun, di 2024,” kata Gema.

Setelah kemampuan bermain gitarnya mulai berkembang, Gema memutuskan memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus membagikan aktivitas bermusiknya. Ia membuat akun yang secara khusus berisi video cover lagu.

Langkah awal tersebut tidak selalu berjalan mudah. Gema memulai perjalanan di media sosial dengan jumlah pengikut yang masih sekitar 35 orang. Jumlah tayangan yang rendah serta komentar kurang menyenangkan dari pengguna media sosial sempat membuat kepercayaan dirinya menurun.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti. Gema memilih kembali membangun kepercayaan diri dan mulai rutin membuat konten.

“Awalnya Gema tidak percaya diri, lalu membuat akun baru dan mulai konsisten untuk ngonten. Mulai dari 35 followers, view sedikit, sampai ada komentar negatif dari netizen. Sempat membuat mental turun, tapi kemudian bangkit lagi,” tuturnya.

Usahanya perlahan membuahkan hasil. Konten-konten yang dibuat Gema mulai mendapatkan perhatian dan beberapa di antaranya viral. Jumlah pengikutnya pun meningkat hingga sekitar 17 ribu orang sehingga namanya mulai dikenal sebagai salah satu kreator musik muda di media sosial.

Setelah memproduksi sekitar 200 konten musik, Gema mulai merasa perlu melangkah lebih jauh. Tidak ingin selamanya hanya menyanyikan lagu milik musisi lain, ia mulai mencoba menciptakan karya sendiri.

Menurutnya, keinginan tersebut muncul ketika dirinya mulai merasa jenuh dengan aktivitas meng-cover lagu.

“Hingga sampai di titik jenuh karena sudah meng-cover lagu orang lain. Terus berpikir, kalau orang lain bisa buat lagu sendiri, kita mengapa tidak. Dari situ mulai niatkan dan menulis lagu pertama yang judulnya ‘Bermimpi’, kemudian berlanjut sampai ada tujuh karya lagu,” ungkapnya.

Gema sebenarnya telah menghasilkan sejumlah lagu sendiri. Namun, penggarapan dan pengenalan karya tersebut kepada masyarakat belum sepenuhnya dilakukan karena ia kemudian mendapat kesempatan bekerja sama dengan Dangau Studio melalui Budi Irwandi.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Gema untuk memperluas jaringan sekaligus mengembangkan kemampuannya di industri musik.

Dalam kolaborasi itu, Gema terlibat dalam sejumlah proyek lagu, di antaranya “Raflesia”, “Malioboro”, dan “Padang Menunggu”. Salah satu karya, “Padang Menunggu”, kemudian memperoleh respons positif dan mulai ramai dibagikan melalui berbagai akun media sosial di Sumatera Barat.

“Karyanya belum full digarap karena ada projek lagu yang menarik dari Bang Budi Irwandi. Ada tiga lagu yang dibawakan seperti Raflesia, Malioboro, dan Padang Menunggu yang sekarang alhamdulillah lagi trend di media,” ujarnya.

Di tengah aktivitasnya sebagai kreator musik, pengalaman Gema tampil secara langsung di hadapan penonton masih terbilang terbatas. Hingga kini, ia baru dua kali mendapat kesempatan manggung.

Kesempatan tersebut hadir setelah Gema membangun relasi melalui Dangau Studio. Penampilan perdananya berlangsung dalam event Genzone Vol.4, kemudian dilanjutkan dengan tampil di Pitca Bandid yang digelar di kawasan Kota Tua Padang.

“Untuk tampil baru dua kali sih, Kak. Itu pun sejak kenal Dangau Studio barulah ada relasi yang membuat Gema bisa tampil. Pertama kali di event Genzone Vol.4, lalu di Pitca Bandid di Kota Tua Padang,” jelasnya.

Ke depan, Gema ingin semakin sering tampil di berbagai panggung sekaligus memperbanyak karya original. Ia berharap perjalanan yang dijalaninya saat ini dapat menjadi pijakan untuk berkembang sebagai musisi.

Bagi Gema, keberanian untuk terus berkarya dan menjalani setiap proses merupakan bagian penting dalam membangun perjalanan sebagai seorang musisi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update