Notification

×

Iklan

Gedung Badminton Hogwan Ambruk, 3 Tewas

Selasa, 01 September 2026 | 00:44 WIB Last Updated 2026-08-31T17:44:00Z

Gedung badminton Hogwan di Desa Dukuhturi, Bumiayu, Brebes ambruk

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Peristiwa tragis terjadi di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Gedung olahraga badminton Hogwan yang telah berusia cukup tua tiba-tiba roboh pada Minggu (30/8/2026). Bangunan tersebut runtuh ke arah permukiman dan menimpa tiga rumah warga.

Insiden itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Korban terdiri dari dua anak-anak dan seorang lanjut usia berusia 82 tahun.

Warga sekitar dikejutkan oleh suara dentuman keras sebelum bangunan olahraga tersebut ambruk. Dalam waktu singkat, gedung yang sebelumnya berdiri kokoh berubah menjadi tumpukan material bangunan.

Reruntuhan tidak hanya memenuhi area gedung, tetapi juga mengenai tiga rumah yang berada persis di depan lokasi kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban.

Dalam pencarian awal, petugas dan warga menemukan dua anak yang berada di bawah timbunan material. Keduanya segera dikeluarkan dari reruntuhan dan dibawa ke fasilitas kesehatan di kawasan Bumiayu. Namun, kedua korban dinyatakan meninggal dunia.

“Dua korban pertama yang ditemukan merupakan anak-anak. Setelah dievakuasi, keduanya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” ujar Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardianto, Senin (31/8/2026).

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur TNI-Polri, SAR, BPBD Kabupaten Brebes, serta masyarakat. Mereka menyisir bagian-bagian bangunan yang runtuh untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun.

Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas kembali menemukan seorang korban. Korban diketahui bernama Kajat, warga Desa Dukuhturi yang berusia 82 tahun. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan kemudian dibawa ke RSUD Bumiayu.

Dengan ditemukannya Kajat, jumlah korban meninggal akibat insiden tersebut menjadi tiga orang, terdiri dari dua anak dan satu lansia.

Selain korban jiwa, ambruknya bangunan juga menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Plt Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat meminta masyarakat tidak mendekati lokasi karena masih ada bagian bangunan yang sewaktu-waktu dapat kembali runtuh.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan mendekati ataupun masuk ke area yang sudah dipasangi garis pembatas oleh petugas,” katanya.

Hingga Senin (31/8/2026), petugas gabungan masih berjaga di sekitar lokasi. Pengamanan dilakukan untuk memastikan area tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya material bangunan yang kembali jatuh.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update