Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026).
Peristiwa tersebut menyebabkan dua balita meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, seorang asisten rumah tangga masih dirawat akibat mengalami luka bakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat insiden berlangsung, tiga orang berada di dalam rumah. Adapun orang tua dari dua balita tersebut sedang berada di luar karena bekerja.
Api dengan cepat membesar dan melalap bagian dalam bangunan. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian berusaha memberikan pertolongan dengan mengevakuasi penghuni rumah sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui berinisial AM (4) dan AN (2). Keduanya sempat dibawa ke RS Hermina Banyumanik untuk memperoleh penanganan medis. Namun, luka bakar yang diderita membuat kondisi keduanya semakin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal.
Korban lainnya adalah N, asisten rumah tangga berusia sekitar 50 tahun. Ia mengalami luka bakar cukup parah dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut keterangan warga, sebelum api terlihat, terdengar suara ledakan cukup keras dari dalam rumah. Sesaat kemudian, kepulan asap hitam keluar dari bangunan dan diikuti munculnya kobaran api.
Mutiah, salah seorang tetangga korban, mengaku terkejut mendengar suara ledakan tersebut. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar.
“Suara ledakannya terdengar cukup keras. Tidak lama kemudian muncul api dan asap tebal. Saya langsung berteriak meminta pertolongan kepada tetangga,” kata Mutiah, Jumat (28/8/2026).
Warga sempat berusaha mengatasi api menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju kobaran api yang semakin besar.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang kemudian tiba di lokasi dengan mengerahkan lima unit armada. Proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang relatif sempit.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas berhasil menjinakkan api. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada titik bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo mengatakan, personel kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Polisi melakukan pengamanan sekaligus membantu proses penanganan korban.
Menurut Hengky, petugas juga melakukan pemeriksaan awal, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran. Keselamatan warga menjadi perhatian utama dalam penanganan kejadian tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, kebakaran diduga berkaitan dengan kebocoran gas LPG yang kemudian tersulut sumber api di dalam rumah. Meski demikian, kepolisian belum menetapkan penyebab pasti karena penyelidikan masih berlangsung.
Hengky menegaskan polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan memeriksa kondisi tempat kejadian perkara untuk memastikan kronologi serta sumber kebakaran.
Di lokasi, petugas juga mendapati beberapa bagian instalasi listrik rumah dalam keadaan terbakar. Polisi telah memasang garis pengaman untuk mendukung proses penyelidikan.
Kebakaran tersebut mengakibatkan satu rumah mengalami kerusakan berat. Nilai kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(da*)


