Notification

×

Iklan

Dian Puspita Dikukuhkan Jadi Ibunda Guru PGRI Padang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:45 WIB Last Updated 2026-08-28T08:45:00Z

Dian Puspita Fadly Amran dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Dian Puspita Fadly Amran mendapat amanah baru setelah resmi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Padang. Pengukuhan berlangsung di Gedung Youth Center Padang, Rabu (26/8/2026).

Posisi tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap dunia pendidikan sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda di Kota Padang.

Usai dikukuhkan, Dian Puspita mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh keluarga besar pendidik di Kota Padang. Ia menilai predikat Ibunda Guru bukan sekadar gelar, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.

Menurut Dian, menjadi Ibunda Guru berarti ikut berada di tengah keluarga besar para pendidik yang selama ini bekerja untuk mencerdaskan generasi bangsa.

“Bagi saya, gelar Ibunda Guru bukanlah kebanggaan pribadi, tetapi amanah dan tanggung jawab besar. Saya menjadi bagian dari keluarga besar para pendidik yang setiap hari mendedikasikan diri untuk anak-anak bangsa, khususnya di Kota Padang,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Ia mengatakan amanah tersebut selaras dengan visi Program Unggulan (Progul) Wali Kota Padang dalam mewujudkan Padang Juara. Dian menilai guru memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pembelajaran.

Guru, kata dia, juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai moral, membangun karakter, memberikan contoh yang baik, serta menjadi figur orang tua kedua bagi siswa selama berada di sekolah.

Dian juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru di Kota Padang yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, ketulusan, dan kesabaran dalam mendampingi peserta didik.

Ia menyebut keberhasilan seorang siswa tidak terlepas dari proses panjang yang dilakukan para guru melalui pengajaran, doa, perhatian, dan pengorbanan.

“Di balik keberhasilan seorang murid terdapat doa, kesabaran, dan ketulusan seorang guru. Apa yang diajarkan mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi ilmu serta nilai kebaikan tersebut akan menjadi bekal bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.

Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang berlangsung cepat, Dian mengingatkan agar kehormatan dan nilai luhur profesi guru tetap dijaga. Menurutnya, keberadaan Ibunda Guru dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap profesi pendidik di tengah perkembangan otomasi dan teknologi digital.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak akan mampu menggantikan hubungan emosional antara guru dan peserta didik.

“Teknologi dapat berkembang dengan sangat cepat, tetapi sentuhan hati seorang guru tidak akan tergantikan. Guru bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan perhatian, motivasi, keteladanan, dan kasih sayang. Mari menjadikan ruang kelas sebagai tempat untuk menumbuhkan harapan,” tegasnya.

Dian selanjutnya mengajak Pemerintah Kota Padang, PGRI, para pendidik, orang tua, serta masyarakat untuk memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun guru.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai Ibunda Guru Kota Padang, saya siap berjalan bersama seluruh keluarga besar pendidikan. Saya tidak berada di atas siapa pun, tetapi menjadi bagian dari keluarga pendidikan yang ingin terus belajar, berbagi, dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Pengukuhan tersebut turut disaksikan Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, serta sejumlah undangan lainnya yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan di Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update