Dharmasraya, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, membagikan ribuan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu (26/8/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi warga dari dampak kabut asap yang membuat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kisaran 125–130. Angka itu termasuk dalam kategori tidak sehat.
Menurutnya, kondisi tersebut mulai berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya, Martin Efendi, menyebut pembagian masker merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kondisi kualitas udara. Kebijakan tersebut juga dilakukan atas arahan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.
Martin mengatakan, pemerintah tidak hanya membagikan masker di Pulau Punjung. Distribusi akan diperluas ke seluruh kecamatan hingga tingkat nagari dengan melibatkan para camat.
Dengan langkah tersebut, masyarakat di berbagai wilayah Dharmasraya diharapkan mendapat perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Pemkab Dharmasraya juga mengingatkan warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker sangat dianjurkan.
Di sisi lain, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Dharmasraya telah menyiapkan personel serta armada untuk menghadapi kemungkinan kebakaran.
Pemerintah daerah turut memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, guna mencegah sekaligus menangani karhutla di sejumlah lokasi.
Sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Aktivitas tersebut dinilai dapat memicu kebakaran sekaligus memperparah pencemaran udara akibat asap.
Martin mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla demi menjaga kesehatan warga dan kelestarian lingkungan.
Sebagai acuan, ISPU dengan nilai 0–50 dikategorikan baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan nilai 301 ke atas masuk kategori berbahaya.(da*)


