Notification

×

Iklan

Bupati Solok Dorong Pemulihan Sektor Pertanian

Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:28 WIB Last Updated 2026-08-30T02:28:00Z

Bupati Jon Firman Pandu memberi arahan dalam sebuah kegiatan.

Solok, Rakyatterkini.com – Sektor pertanian Kabupaten Solok terus dibenahi setelah terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Sejumlah areal persawahan mengalami kerusakan, sementara lahan pertanian, jaringan irigasi hingga akses menuju kawasan produksi membutuhkan penanganan.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Bupati Solok Jon Firman Pandu, Pemerintah Kabupaten Solok menjalankan berbagai langkah pemulihan sekaligus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Secara keseluruhan, dukungan anggaran untuk sektor pertanian mencapai Rp54,78 miliar yang bersumber dari APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, serta APBD Kabupaten Solok.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan petani. Mulai dari pemulihan sawah yang terdampak bencana, optimalisasi lahan, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi, peningkatan jalan usaha tani hingga penyediaan sarana pascapanen.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah optimalisasi lahan sawah yang terdampak bencana. Luas lahan yang ditangani mencapai 1.247 hektare dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp5,73 miliar.

Selain itu, pemerintah juga melakukan rehabilitasi terhadap 253 hektare sawah dengan anggaran mencapai Rp3,41 miliar.

Dukungan pemerintah pusat juga diberikan untuk optimalisasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare. Program tersebut memperoleh anggaran APBN sebesar Rp23,39 miliar.

Optimalisasi lahan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Solok.

Infrastruktur Irigasi dan Jalan Usaha Tani Diperkuat

Pemulihan lahan pertanian tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan air dan kemudahan akses. Karena itu, pembangunan sektor pertanian juga diarahkan pada penguatan infrastruktur pendukung.

Sejumlah jaringan irigasi diperkuat melalui pembangunan dan pemeliharaan 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan, serta 24 unit irigasi perpompaan dengan dukungan anggaran dari APBN.

Dari APBD Kabupaten Solok, pemerintah juga mengalokasikan Rp1,07 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi 10 unit jaringan irigasi usaha tani.

Sementara untuk menunjang mobilitas petani, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun maupun direhabilitasi. Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD sebesar Rp6,30 miliar.

Keberadaan jalan usaha tani dinilai penting karena dapat mempermudah petani membawa kebutuhan produksi ke lahan sekaligus memperlancar pengangkutan hasil panen menuju lokasi penampungan atau pemasaran.

Perhatian Berlanjut hingga Pascapanen

Penguatan pertanian tidak hanya dilakukan pada tahap produksi. Pemerintah Kabupaten Solok juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan hasil setelah panen.

Melalui DAK Fisik, pemerintah membangun bangsal pascapanen bawang merah berikut fasilitas pendukung dengan anggaran Rp2,31 miliar.

Kemudian, bangsal pascapanen cabai beserta sarana pendukungnya dibangun dengan anggaran Rp4,17 miliar.

Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan membantu petani dalam menangani hasil produksi secara lebih baik sehingga kualitas komoditas tetap terjaga dan nilai ekonominya dapat meningkat.

Selain bawang merah dan cabai, pengembangan komoditas kentang juga mendapat perhatian. Pengembangan kentang pada lahan seluas 3 hektare didukung melalui APBD dengan anggaran sebesar Rp94,95 juta.

Jika keseluruhan program dihitung, total dukungan anggaran untuk sektor pertanian Kabupaten Solok mencapai Rp54.787.872.924.

Anggaran tersebut diarahkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain pemulihan sawah terdampak bencana seluas 1.247 hektare, rehabilitasi 253 hektare sawah, optimalisasi 5.086 hektare lahan nonrawa, penguatan jaringan irigasi, pembangunan dan rehabilitasi 52 jalan usaha tani, pembangunan fasilitas pascapanen bawang merah dan cabai, serta pengembangan komoditas kentang.

Berbagai program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan pertanian. Sawah yang sebelumnya terdampak bencana diharapkan kembali produktif, jaringan irigasi mampu mendukung kebutuhan air, sementara akses menuju lahan semakin mudah.

Bagi Bupati Solok Jon Firman Pandu, kondisi pascabencana harus menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan. Bencana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas pembangunan, khususnya yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Kolaborasi bersama pemerintah pusat menjadi salah satu kunci dalam memperoleh dukungan program dan anggaran. Di sisi lain, APBD Kabupaten Solok diarahkan untuk melengkapi pembangunan yang menyentuh langsung kawasan pertanian dan kebutuhan petani.

Pemerintah berupaya memastikan dukungan diberikan dari hulu hingga hilir. Mulai dari pemulihan lahan, penguatan irigasi, pembangunan akses menuju kawasan pertanian, hingga penyediaan fasilitas pascapanen.

Dengan langkah tersebut, produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan hasil produksi petani memiliki nilai tambah yang lebih baik.

Pembangunan pun diharapkan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke sawah, ladang dan sentra-sentra pertanian masyarakat.

Bencana memang dapat meninggalkan kerusakan. Namun, melalui pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan, pemerintah berupaya mengubah kondisi tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Bergerak Memulihkan, Bekerja Menguatkan, Membangun untuk Rakyat Kabupaten Solok.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update