Notification

×

Iklan

BRIN Kaji Tepung Singkong untuk Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:56 WIB Last Updated 2026-08-28T09:56:00Z

Kebakaran Hutan dan Lahan/BNPB

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang meneliti kemungkinan penggunaan tepung berbahan dasar singkong sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, berdasarkan kajian secara teoritis, bahan berbasis singkong tersebut berpeluang dimanfaatkan dalam penanganan karhutla.

“Ya, BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan,” ujar Arif kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Menurut Arif, BRIN telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkaitan dengan rencana penerapan teknologi tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu perkembangan mengenai tahapan persiapan pemanfaatan tepung berbasis singkong itu.

Ia berharap hasil dari persiapan dan pengujian teknologi tersebut dapat diketahui dalam waktu dekat.

“Sekarang persiapannya seperti apa, kami juga masih terus menunggu pembaruannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada hasilnya,” katanya.

Dalam upaya mengantisipasi dan menangani karhutla, BRIN tidak hanya bekerja sama dengan Polri. Koordinasi juga dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya terkait penerapan teknologi modifikasi cuaca.

Arif menjelaskan, BRIN turut mengembangkan kajian terhadap sejumlah material yang berpotensi membuat pelaksanaan modifikasi cuaca menjadi lebih efektif. Beberapa material yang disebut antara lain Jumakron serta natrium klorida (NaCl) dengan ukuran 25 mikron.

“BRIN menemukan beberapa teknologi dan material untuk modifikasi cuaca, seperti Jumakron dan NaCl 25 mikron, yang dinilai lebih efisien untuk digunakan dalam teknologi modifikasi cuaca,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta dilakukan uji coba produksi tepung berbahan dasar singkong secara massal untuk mengetahui potensinya sebagai bahan pemadam karhutla.

Perintah tersebut disampaikan ketika Prabowo memimpin rapat terkait penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat itu, Presiden meminta efektivitas tepung singkong tersebut diuji, termasuk kemungkinan penerapannya menggunakan helikopter dengan metode yang menyerupai operasi water bombing.

Gagasan pemanfaatan tepung sebagai bahan untuk memadamkan karhutla sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat tersebut.

Prabowo juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkaji penggunaan bahan pemadam lain yang dinilai memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan air. BRIN kemudian diminta meneliti peluang produksi maupun pengadaan material tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update