Lubuk Basung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam menekankan agar bantuan zakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong penerima atau mustahik agar semakin mandiri secara ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Agam Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Dandi Pribadi, saat penyaluran zakat Baznas Agam periode Agustus 2026 di Masjid Agung Nurul Falah, Lubuk Basung, Rabu (12/8).
Dandi mengibaratkan zakat sebagai “kail” yang dapat digunakan mustahik untuk meningkatkan taraf hidup, bukan sekadar bantuan yang habis dalam waktu singkat. Karena itu, penerima diminta menggunakan dana sesuai dengan tujuan pengajuan.
“Kalau bantuan diberikan untuk pembangunan rumah, maka digunakan untuk pembangunan rumah. Bantuan pendidikan dipakai untuk kebutuhan kuliah, sementara bantuan usaha hendaknya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Ia menjelaskan, Baznas Agam menerapkan proses verifikasi sebelum menetapkan seseorang sebagai penerima zakat. Data calon mustahik terlebih dahulu diperiksa, kemudian dibahas dalam sidang pleno yang melibatkan Baznas, Kementerian Agama, serta Pemerintah Kabupaten Agam.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima zakat.
Dandi juga mengajak para mustahik untuk bersyukur atas bantuan yang diterima serta mendoakan masyarakat yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas Agam agar selalu diberikan kelapangan rezeki dan keberkahan.
Sementara itu, Ketua Baznas Agam Isman Imran menyampaikan bahwa pada periode Agustus 2026, pihaknya menyalurkan zakat dengan total Rp547.350.000 kepada 236 mustahik.
Penyaluran dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung di Masjid Agung Nurul Falah, Rabu (12/8), dengan nilai Rp265.800.000 untuk 111 mustahik dari enam kecamatan.
Dana tersebut disalurkan melalui lima program. Rinciannya, Agam Peduli sebesar Rp27.900.000 untuk 11 penerima, Agam Sehat Rp50.800.000 bagi 31 penerima, Agam Cerdas Rp60.100.000 untuk 29 penerima, Agam Makmur Rp98.000.000 bagi 31 penerima, dan Agam Taqwa Rp29.000.000 untuk sembilan penerima.
Sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung di Musala Pelayanan Terpadu Belakang Balok, Kamis (13/8). Sebanyak Rp281.550.000 akan disalurkan kepada 125 mustahik yang berasal dari 10 kecamatan.
Pada tahap tersebut, Program Agam Peduli mendapatkan alokasi Rp2.300.000 untuk dua penerima. Kemudian Agam Sehat Rp11.850.000 bagi delapan penerima, Agam Cerdas Rp130.000.000 untuk 64 penerima, Agam Makmur Rp118.400.000 bagi 38 penerima, serta Agam Taqwa Rp19.000.000 untuk 13 penerima.
Isman mengatakan, tingginya kepercayaan masyarakat juga terlihat dari jumlah Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang berhasil dihimpun Baznas Agam. Selama Januari hingga Juli 2026, penghimpunan ZIS tercatat lebih dari Rp8,194 miliar.
Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp7,645 miliar telah disalurkan kepada 10.663 mustahik melalui lima program yang dijalankan Baznas Agam.
Menurut Isman, capaian itu menunjukkan masih kuatnya kepercayaan muzaki kepada Baznas Agam dalam mengelola dan menyalurkan zakat. Ia berharap semakin banyak masyarakat menunaikan zakat melalui Baznas sehingga cakupan penerima manfaat juga semakin luas.
Ia menambahkan, seluruh penerima bantuan telah melewati tahapan verifikasi yang melibatkan Baznas Agam, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kabupaten Agam. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi zakat tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan delapan asnaf yang berhak menerima zakat.
Dalam kesempatan yang sama, Baznas Agam turut menyalurkan bantuan infak kebencanaan dari Baznas Kota Batam senilai Rp5 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi perbaikan pipa air bersih di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya.
Isman berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima dan membawa manfaat berkelanjutan, sekaligus menjadi amal serta keberkahan bagi para muzaki yang telah menunaikan kewajibannya.(da*)


