Notification

×

Iklan

Bantuan Rendang 2,2 Ton Sumbar Tiba di NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:47 WIB Last Updated 2026-08-26T12:47:00Z

Bantuan 2,2 Ton Rendang Pemprov Sumbar Tiba di NTT

Padang, Rakyatterkini.com – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sebanyak 2,2 ton rendang diserahkan sebagai bantuan pangan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan tersebut berasal dari donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Sumatera Barat yang dikumpulkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan langsung bantuan itu kepada Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dan PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen TNI (Purn.) Luthfie Beta. Penyerahan berlangsung di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (25/8/2026).

Setelah prosesi penyerahan, sebagian bantuan kemudian langsung didistribusikan. Sebanyak 500 kilogram rendang dikirim ke Pos Kabupaten Manggarai untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat terdampak.

Di Pos Kabupaten Manggarai, Mahyeldi bersama Abdul Muhari bertemu dengan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit. Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa merupakan wujud kepedulian warga Sumatera Barat kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Rendang ini dikumpulkan oleh para pegawai dan masyarakat di Sumatera Barat untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” kata Mahyeldi.

Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi simbol solidaritas antardaerah. Menurutnya, masyarakat NTT tidak menghadapi bencana seorang diri karena dukungan dari berbagai wilayah di Indonesia terus berdatangan.

Mahyeldi berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan setelah bencana.

“Semoga NTT segera bangkit dan kembali pulih,” ujarnya.

Rendang dipilih karena mempunyai sejumlah keunggulan sebagai makanan untuk kondisi darurat. Selain dapat bertahan dalam waktu relatif lama, makanan khas Minangkabau itu memiliki kandungan gizi dan mudah disajikan. Rendang juga cukup praktis karena dapat disantap dengan nasi setelah dipanaskan.

Mahyeldi menegaskan, bantuan 2,2 ton rendang bukan merupakan dukungan terakhir dari Sumatera Barat. Penggalangan bantuan masih berjalan sehingga peluang adanya bantuan tambahan bagi penyintas bencana di NTT tetap terbuka.

Ia juga mengapresiasi BNPB yang membantu proses penyaluran bantuan, termasuk mengangkut logistik menuju Kabupaten Manggarai menggunakan pesawat.

BNPB Pastikan Bantuan Disalurkan

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemprov Sumatera Barat bersama ASN dan masyarakat kepada para penyintas bencana di NTT.

Menurut Abdul, bantuan dari Sumatera Barat mencerminkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Indonesia dalam membantu warga yang sedang mengalami musibah.

“Bantuan ini memperlihatkan bahwa semangat gotong royong antardaerah masih sangat kuat,” ujar Abdul.

Ia menjelaskan, BNPB memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap bantuan yang dititipkan melalui lembaganya dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Abdul menyebut proses distribusi logistik tidak selalu dapat dilakukan sekaligus karena harus menyesuaikan kondisi serta kebutuhan di lapangan. Oleh sebab itu, ia meminta para pemberi bantuan memahami bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap.

“Kami terus mengupayakan agar bantuan bisa sampai kepada masyarakat. Distribusinya dilakukan secara bertahap melalui posko,” katanya.

Abdul memastikan seluruh bantuan logistik yang dipercayakan kepada BNPB melalui jalur distribusi, termasuk Pos Halim, Labuan Bajo maupun Maumere, akan diteruskan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Seluruh dukungan logistik yang dititipkan kepada BNPB akan kami salurkan kepada masyarakat terdampak,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update