Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar kepada pihak yang mampu memberikan informasi yang dapat membantu penangkapan lima pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Sayembara tersebut dijalankan melalui program **Rewards for Justice** yang berada di bawah Departemen Luar Negeri AS. Program itu menyebut lima nama yang menjadi sasaran, yakni Ahmad Vahidi selaku Kepala Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi yang menjabat komandan UAV (pesawat tanpa awak) Angkatan Dirgantara IRGC, serta Sa’id Aghajani sebagai kepala Komando Siber-Elektronik IRGC.
Dua nama lainnya adalah Hamidreza Zolasgharian dan Majid Khademi, yang disebut menjabat sebagai komandan Kantor Intelijen IRGC.
Melalui unggahan di media sosial X, Rewards for Justice menuduh kelima tokoh tersebut memiliki peran dalam memimpin dan mengarahkan berbagai unsur IRGC yang menurut AS terlibat dalam perencanaan, pengorganisasian, serta pelaksanaan aksi teror di sejumlah negara.
Selain memberikan imbalan uang, program tersebut menyatakan bahwa pemberi informasi yang memenuhi kriteria dan dapat ditindaklanjuti juga berpotensi memperoleh bantuan untuk dipindahkan ke negara lain demi alasan keamanan.
Penawaran hadiah itu diumumkan ketika hubungan AS dan Iran masih diwarnai ketegangan. Washington diketahui terus berupaya memperoleh informasi terkait pejabat senior Iran, termasuk tokoh-tokoh yang berada di lingkungan IRGC.
Pemerintah AS sendiri telah memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris sejak 2019. Washington menuduh organisasi tersebut beserta sejumlah afiliasinya memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah dan menjalankan aktivitas yang dinilai membahayakan personel maupun fasilitas militer AS.(da*)


