Pessel, Rakyatterkini.com - Sebuah video yang memperlihatkan pengakuan seorang siswa sekolah dasar (SD) yang mengalami kecelakaan saat mengambil ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, siswa mengaku mengalami luka lecet setelah terjatuh ketika menjalankan tugas mengambil wadah makanan program tersebut.
Video itu diunggah oleh Frima Efendi (26), yang mengaku sebagai sepupu dari siswa yang mengalami insiden tersebut. Ia membenarkan bahwa rekaman tersebut dibuat olehnya sebagai bentuk penyampaian kepada publik terkait kejadian yang dialami anggota keluarganya.
Frima menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin, 27 Juli 2026. Saat itu, sepupunya yang masih duduk di bangku kelas V SD Negeri 24 Salido Kecil diminta mengambil ompreng MBG pada jam pelajaran.
Menurut keterangan yang diterimanya dari pihak sekolah, pengambilan ompreng dilakukan secara bergantian oleh para siswa karena makanan tidak diantar langsung ke sekolah. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memiliki anggaran untuk mendistribusikan makanan hingga ke sekolah.
Meski demikian, Frima mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang menginstruksikan siswa untuk mengambil ompreng tersebut, apakah berasal dari pihak sekolah atau dari penyelenggara program. Ia berharap viralnya video tersebut dapat memunculkan penjelasan resmi dari pihak terkait.
Pihak keluarga, lanjut Frima, tidak mempermasalahkan biaya pengobatan karena luka yang dialami korban tergolong ringan. Namun, mereka menilai mekanisme pendistribusian MBG yang melibatkan siswa perlu dievaluasi agar tidak membahayakan keselamatan anak-anak.
Ia mengungkapkan, kondisi jalan menuju lokasi pengambilan ompreng cukup berbatu sehingga berpotensi menimbulkan risiko. Menurutnya, kejadian yang dialami sepupunya bisa saja berakibat lebih fatal apabila terjadi di lokasi yang lebih berbahaya, seperti di atas jembatan.
Melalui unggahan tersebut, Frima berharap distribusi makanan dalam Program MBG ke depan dilakukan langsung ke sekolah sehingga siswa tidak lagi diminta mengambil ompreng. Ia juga menilai pelibatan anak-anak dalam proses tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai tidak semestinya dilakukan, mengingat program tersebut telah memiliki anggaran pelaksanaan.(da*)


