Notification

×

Iklan

Sumbar Genjot Program Peremajaan Kelapa Unggul

Jumat, 03 Juli 2026 | 07:45 WIB Last Updated 2026-07-03T01:14:37Z

Penanaman Kepala Varietas Dalam di Padang Pariaman

Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai mempercepat pelaksanaan program penanaman dan peremajaan kelapa unggul lokal varietas Kelapa Dalam sebagai langkah meningkatkan hasil perkebunan rakyat sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan kelapa.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Dibuntanhor) Sumbar, Afniwirman, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Tanam dan Peremajaan Kelapa Nasional yang digagas pemerintah untuk memperkuat hilirisasi sektor perkebunan.

Menurutnya, penanaman kelapa unggul lokal varietas Kelapa Dalam dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas kebun kelapa rakyat sekaligus menjaga pasokan bahan baku bagi industri hilir yang terus berkembang.

Di Sumatera Barat, kegiatan penanaman dipusatkan di Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, dengan melibatkan Kelompok Tani Puding Indah sebagai pelaksana di lapangan.

Afniwirman mengungkapkan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman bibit baru, tetapi juga mencakup peremajaan tanaman kelapa yang sudah berusia tua dan mengalami penurunan produktivitas. Selain itu, pemerintah turut membuka peluang pengembangan industri hilir agar hasil panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Ia optimistis penggunaan benih unggul lokal varietas Kelapa Dalam akan mampu meningkatkan hasil produksi perkebunan rakyat sekaligus memenuhi kebutuhan industri pengolahan kelapa yang permintaannya terus meningkat.

Sumatera Barat juga menjadi salah satu provinsi yang memperoleh dukungan dari Kementerian Pertanian melalui program peremajaan kelapa yang akan dilaksanakan secara bertahap dengan cakupan lahan sekitar 3.800 hektare.

Dari total luas tersebut, Kabupaten Padang Pariaman memperoleh alokasi terbesar, yakni sekitar 1.800 hektare. Program ini diharapkan mampu memulihkan produktivitas kebun kelapa masyarakat yang selama ini mengalami penurunan akibat banyaknya tanaman yang telah memasuki usia tua.

Afniwirman menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi kelapa, tetapi juga mendorong berkembangnya industri hilir agar komoditas tersebut memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani maupun pelaku usaha.

"Hilirisasi menjadi faktor penting agar nilai tambah dari komoditas kelapa benar-benar dapat dirasakan oleh petani sekaligus mendukung pertumbuhan usaha di sektor pengolahan," ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update