Notification

×

Iklan

Proyek Malalak Rampung, Lembah Anai Hampir Selesai

Senin, 20 Juli 2026 | 04:19 WIB Last Updated 2026-07-19T23:46:44Z

PT Hutama Karya (Persero) mempercepat penyelesaian sejumlah proyek Penanganan Tanggap Darurat

Padang, Rakyatterkini.com – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pengerjaan sejumlah proyek penanganan darurat infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Sumatera. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan konektivitas masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memastikan jalur transportasi kembali aman dan berfungsi menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Sumatera Barat (Sumbar), salah satu proyek yang telah menunjukkan hasil maksimal adalah penanganan bencana alam di kawasan Malalak. Proyek tersebut kini telah rampung dengan progres fisik mencapai 100 persen. 

Penanganan sementara sebelumnya telah diperkuat melalui pembangunan infrastruktur permanen, seperti bronjong, shotcrete, soil nailing, box culvert, saluran drainase, hingga penyesuaian trase jalan.

Dengan selesainya pekerjaan tersebut, jalur penghubung Padang–Bukittinggi kini dapat kembali digunakan secara optimal. Perbaikan ini tidak hanya memperlancar aktivitas masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga memperkuat daya tahan infrastruktur terhadap ancaman bencana di kemudian hari.

Selain Malalak, Hutama Karya juga hampir menuntaskan proyek penanganan banjir bandang dan longsor di ruas Padang Panjang–Sicincin, kawasan Lembah Anai. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai 96,71 persen.

Saat ini, pengerjaan memasuki tahap akhir yang meliputi pengaspalan, pemasangan pagar pengaman jalan, lampu penerangan, rambu lalu lintas, serta marka jalan. 

Sejumlah pekerjaan besar seperti pembangunan soldier pile, bronjong, penguatan lereng menggunakan geomate dan shotcrete, serta perbaikan badan jalan telah berhasil diselesaikan. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 26 Juli 2026.

Tidak hanya Sumbar, Hutama Karya juga melakukan penanganan darurat pada sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Aceh. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pekerjaan berada di Ruas PPK 3.3 Aceh, PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, serta PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.

Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan dinding penahan tanah, box culvert, pemasangan buis beton, bored pile, jembatan rangka baja, hingga perlindungan lereng di area yang mengalami longsor dan kerusakan jalan.

Pada ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 telah mencapai 30,46 persen. Penanganan dilakukan pada 26 titik longsor dan dua lokasi jembatan. Beberapa titik prioritas sudah kembali berfungsi, sementara lokasi lainnya ditargetkan dapat digunakan menjelang peringatan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Sementara itu, proyek di ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren mencatat progres 22,41 persen dengan penanganan pada 23 titik di jalur Aceh Tengah–Blangkejeren dan Blangkejeren–Aceh Tenggara.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan buis beton, beton siklop, pembangunan dinding penahan tanah, serta penguatan badan jalan melalui timbunan pilihan. Sejumlah titik seperti Palok dan Ramung ditargetkan dapat kembali digunakan pada Agustus 2026.

Untuk ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, progres pekerjaan hingga pekan kedua Juli 2026 mencapai 43 persen. 

Penanganan dilakukan pada enam titik yang terdiri dari dua jembatan dan empat lokasi longsor, yaitu Jembatan Lawe Mengkudu, Bener Berpapah, Lawe Ger-Ger, Jembatan Penanggalan, Ketambe, serta Cafetingir.

Salah satu pekerjaan utama adalah pemulihan Jembatan Lawe Mengkudu yang ditargetkan selesai dan dapat digunakan pada Agustus 2026. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam mengembalikan akses transportasi masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara dan daerah sekitarnya.

Selain Sumbar dan Aceh, Hutama Karya juga mengerjakan proyek pemulihan infrastruktur akibat bencana di Koridor Tarutung–Sibolga, Sumatera Utara.

Hingga 10 Juli 2026, pekerjaan telah mencapai progres fisik 24,26 persen. Fokus utama pengerjaan meliputi pemasangan bored pile, pembesian, serta pengecoran dinding penahan tanah di sejumlah titik rawan.

Beberapa pekerjaan penguatan lereng dan struktur penahan tanah telah berhasil diselesaikan sebagai upaya meningkatkan keamanan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan percepatan proyek penanganan pascabencana menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap pemerintah dalam memulihkan akses masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana.

“Melalui berbagai proyek penanganan tanggap darurat di Sumatera, kami berharap konektivitas masyarakat segera kembali pulih serta mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap ancaman bencana di masa depan,” ujar Hamdani.

Selain memperbaiki akses transportasi, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, serta memperkuat jaringan transportasi nasional menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update