Notification

×

Iklan

Progres Tol Betung–Jambi Seksi 1B Capai 31 Persen

Senin, 27 Juli 2026 | 03:53 WIB Last Updated 2026-07-26T20:53:00Z

Progres pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi 

Jakarta, Rakyatterkini.com  - Pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 1B terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Juni 2026, progres pengerjaan ruas tol tersebut telah mencapai sekitar 31 persen dan ditargetkan selesai pada 2027.

Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Defi Adrian, mengatakan ruas tol sepanjang 31,58 kilometer itu diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan dari Betung menuju Jambi menjadi sekitar 30 menit setelah resmi beroperasi.

Ruas Tol Betung–Jambi Seksi 1B merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi yang dirancang untuk memperkuat konektivitas antara Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.

Tol tersebut akan menghubungkan Kecamatan Babat Supat dengan Kecamatan Tungkal Jaya sepanjang 31,58 kilometer. Saat ini, perjalanan melalui jalan nasional dari Betung menuju Jambi membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam saat kondisi lalu lintas normal. Namun, ketika terjadi kepadatan kendaraan, perjalanan bisa memakan waktu hingga tiga sampai empat jam.

Dengan beroperasinya jalan tol nanti, waktu tempuh diproyeksikan turun secara signifikan menjadi sekitar 30 menit sehingga aktivitas masyarakat maupun distribusi barang menjadi lebih efisien.

Dalam pelaksanaan proyek, HKI menerapkan berbagai teknologi konstruksi modern, seperti Building Information Modeling (BIM), fotogrametri, dan load scanner. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan, memantau perkembangan pekerjaan, menghitung volume material, mendokumentasikan kondisi lapangan, hingga membantu proses pengambilan keputusan berbasis data.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, HKI juga melibatkan masyarakat sekitar melalui perekrutan tenaga kerja lokal sesuai keahlian, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penyedia kebutuhan proyek, serta penggunaan jasa lokal dalam sejumlah pekerjaan konstruksi.

Untuk memastikan proyek berjalan lancar, perusahaan turut menjalin koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat setempat dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran proses pembangunan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update