Padang, Rakyatterkini.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bersama PT Hutama Karya (Persero) akan memulai rehabilitasi unit Accelator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun pada Selasa (21/7/2026).
Perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur penyediaan air bersih yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada November 2025.
Perbaikan dilakukan sebagai langkah untuk mengembalikan kapasitas pengolahan air sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara maksimal.
Unit accelator memiliki fungsi penting dalam proses penjernihan air karena menggabungkan tahapan koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi sebelum air didistribusikan kepada pelanggan.
Manajemen Perumda AM Kota Padang menjelaskan, rehabilitasi ini menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mempercepat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Hutama Karya, diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Karena tingkat kerusakan cukup berat, perbaikan satu unit accelator diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat minggu. Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap pada dua unit yang tersedia sehingga kapasitas produksi air di IPA Gunung Pangilun dipastikan menurun selama proses rehabilitasi berlangsung.
Akibat berkurangnya produksi air, distribusi ke sejumlah wilayah diperkirakan mengalami gangguan. Perumda AM membagi dampaknya menjadi tiga kategori.
Wilayah seperti GOR H. Agus Salim, Jalan S. Parman, Sawahan, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalumbuk, Batang Arau, dan sekitarnya diperkirakan masih menerima aliran air pada siang hari, namun dengan tekanan yang lebih rendah dari biasanya.
Sementara itu, kawasan Jati Adabiah, Ampang, Belanti, Nipah, Parak Gadang, Sisingamangaraja, dan sekitarnya diperkirakan hanya memperoleh pasokan air pada malam hari.
Adapun daerah Purus, Pancasila, Rohana Kudus, Pasopati, Jondul Rawang, beserta wilayah sekitarnya diperkirakan akan mengalami penghentian sementara distribusi air, baik pada siang maupun malam hari selama pekerjaan berlangsung.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Perumda AM Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan untuk menyimpan cadangan air sejak dini. Masyarakat disarankan memanfaatkan toren atau ground tank sebagai tempat penampungan ketika air mengalir serta menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama masa perbaikan tetap terpenuhi.
Perumda AM menegaskan bahwa rehabilitasi ini merupakan investasi jangka panjang guna memastikan sistem pengolahan air dapat kembali beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan yang lebih andal. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan distribusi yang terjadi selama proses pengerjaan berlangsung.(da*)


