Padang, Rakyatterkini.com – Berkurangnya luas lahan sawah produktif dalam beberapa tahun terakhir membuat Pemerintah Kota Padang mengambil langkah untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi, yang bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah sekaligus memperkuat peran penangkar benih lokal.
Data Dinas Pertanian Kota Padang menunjukkan bahwa luas lahan baku sawah mengalami penurunan cukup signifikan, dari 5.216 hektare pada 2019 menjadi 4.358 hektare pada 2024. Selain penyusutan lahan, masih banyak petani yang menggunakan benih padi yang belum memiliki sertifikasi sehingga dinilai dapat memengaruhi hasil produksi.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. Menurutnya, pemerintah berkomitmen meningkatkan kemampuan para penangkar benih, memperluas penerima manfaat di kalangan kelompok tani, serta memperkuat dukungan anggaran agar kemandirian benih padi dapat terwujud secara berkesinambungan.
Pernyataan itu disampaikan Yoice usai peluncuran Program Padang Mandiri Benih Padi di kawasan persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026).
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi bersertifikat di wilayahnya dapat dipenuhi oleh penangkar lokal paling lambat pada 2029.
Sebagai tahap awal pelaksanaan pada 2026, Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani yang berada di enam kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung. Bantuan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk sekitar 575 hektare lahan sawah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara langsung menyerahkan bantuan kepada para kelompok tani. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian tetap memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan meskipun Kota Padang terus mengalami perkembangan investasi dan alih fungsi lahan.
Menurut Fadly, ketersediaan benih unggul menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di tengah semakin terbatasnya lahan yang tersedia.
Ia menjelaskan bahwa Program Padang Mandiri Benih Padi tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan pada benih dari luar daerah, tetapi juga meningkatkan kapasitas penangkar benih lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan baik oleh petani maupun kelompok penangkar.
Selain memberikan bantuan benih, pemerintah daerah juga menyiapkan sistem yang mendukung keberlangsungan usaha penangkar melalui skema penyerapan hasil produksi.
Melalui mekanisme off take yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang tahun 2026, hasil benih produksi penangkar lokal akan dibeli secara berkelanjutan.
Skema tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi penangkar, sekaligus memastikan kelompok tani memperoleh benih unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan pertanian di Kota Padang.
Fadly juga menekankan pentingnya regenerasi petani agar sektor pertanian tetap berkembang di masa mendatang. Menurutnya, penerapan teknologi pertanian modern serta berbagai inovasi dalam program tersebut diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pertanian tidak cukup hanya melalui penyediaan benih, tetapi juga harus didukung teknologi, peningkatan mutu hasil panen, serta kerja sama berbagai pihak. Dengan begitu, meski luas lahan terus berkurang, produktivitas pertanian tetap dapat meningkat dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani.
Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan salah satu Program Unggulan (Progul) Padang Melayani yang juga mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Keberhasilan program ini diharapkan terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.(da*)


